oleh

Ada Lagi Nih Jembatan Putus di Cianjur, Warga Terpaksa Turun ke Sungai untuk Menyebrang

Cianjurekspres.net – Warga Kampung Pasalakan Desa Sirnagalih Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, terpaksa melintasi sungai berarus deras untuk beraktivitas sebab jembatan bambu yang menjadi akses utama hanyut beberapa waktu lalu.

Diketahui sebelumnya, jembatan bambu yang menghubungkan Desa Sirnagalih dan Desa Muara Cikadu itu putus dan terbawa hanyut akibat luapan air Sungai Cisadea usai diguyur hujan.

Ade Jenal (46), seorang warga Pasalakan, mengatakan, jembatan tersebut menjadi akses utama warga, sebab warga harus memutar cukup jauh jika tidak melintasi jembatan tersebut.

Warga pun terpaksa menyeberangi sungai tersebut untuk beraktivitas seperti bertani dan lainnya.

“Kita hanya bisa melintas ketika volume air sungai surut. Tapi jika hujan dan volume naik, kami tidak berani menyebrang karena arus yang deras. Kami merasa terisolir, dipaksa untuk tidak kemana-mana oleh keadaan,” ujarnya, Senin (28/6/2021).

Mereka meminta pemerintah untuk segera memberikan solusi, terutama membangun jembatan untuk akses warga.

“Kami memohon kepada seluruh pihak, karena ini akses utama bagi warga kami berangkat ke sekolah, ke rumah sakit maupun jual beli hasil bumi ke pasar. Jika aksesnya tidak ada, kami mau ngasih makan anak istri bagaimana,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sirnagalih, Sugiono, mengatakan, pihaknya sudah berupaya mengajukan pembuatan jembatan. Namun hingga saat ini belum kunjung terealisasi.

Bahkan dia mengaku pihak Pemdes sudah berupaya dengan menyediakan perahu bagi warga supaya bisa menyebrang sungai tersebut dengan aman.

“Kami bantu semampunya, bahkan sempat pihak desa memberikan perahu untuk akses sementara, karena dana desa ga akan cukup untuk bangun jembatan permanen,” ungkpanya.

Dia menginbau seluruh warga Desa Sirnagalih, khususnya warga Kampung Pasalakan agar tetap berhati-hati dan tidak memaksakan menyebrang jika volume air tinggi dan arus sedang deras.

“Kami tidak bisa melarang, apalagi dalam keadaan darurat seperti yang melahirkan harus dibawa ke layanan kesehatan, tetap harus melewati sungai itu, ya bagaimanapun kondisinya, agar berhati-hati dan tetap waspada ketika volume air naik,” pungkasnya.(mg1/tts)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *