Viral TikTok! Arti Sindrom Nasi Goreng yang Tewaskan Pemuda

Sindrom nasi goreng (Foto: Pixabay)
Sindrom nasi goreng (Foto: Pixabay)
0 Komentar

CIANJUREKSPRES- Jagad maya terutama TikTok tengah dihebohkan dengan kasus tewasnya seorang mahasiswa akibat dari sindrom nasi goreng pada 2018 silam.

Diketahui mahasiswa berusia 25 tahun itu mengalami keracunan makanan dikarenakan adanya bakteri Bacillus cereus akibat dari nasi goreng yang ia panaskan.

Warganet pun dibuat penasaran dengan arti dari istilah tersebut, sebab nasi goreng sendiri menjadi salah satu makanan populer khas Indonesia.

Lantas apa itu sindrom nasi goreng? Berikut penjelasannya!

Baca Juga:Vespa 946 10 Anniversario Meluncur, Harganya Melebihi Toyota Rush!17 Soundtrack Gadis Kretek, Ada yang Dinyanyikan Nadin Amizah

Sindrom Nasi Goreng

Bacillus cereus merupakan bakteri umum yang ditemukan di berbagai lingkungan. Masalah muncul ketika bakteri ini terkontaminasi makanan yang dimasak dan disimpan dengan cara yang tidak benar.

Makanan seperti nasi dan pasta berbahan dasar tepung sering kali menjadi sumber infeksi, tetapi Bacillus cereus juga bisa mengganggu makanan lain, termasuk sayuran matang dan hidangan daging.

Beberapa jenis bakteri ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan racun. Semakin lama makanan disimpan dalam kondisi yang tidak tepat, seperti pada suhu kamar, semakin besar peluang racun untuk berkembang.

Keunikan Bacillus cereus terletak pada kemampuannya menghasilkan struktur yang disebut spora, yang sangat tahan terhadap panas. Oleh karena itu, meskipun memanaskan sisa makanan pada suhu tinggi dapat membunuh bakteri lain, hal ini mungkin tidak efektif jika makanan tersebut telah terkontaminasi Bacillus cereus.

Spora ini umumnya dalam keadaan tidak aktif, tetapi bila diberi suhu dan kondisi yang sesuai, mereka dapat tumbuh dan menghasilkan racun yang dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Gejala Sindrom Nasi Goreng

Tanda-tanda infeksi oleh Bacillus cereus meliputi gejala seperti diare dan muntah. Sebenarnya, terdapat dua varian infeksi oleh Bacillus cereus, yang satu cenderung menyebabkan diare, sementara yang lainnya lebih sering menghasilkan muntah.

Biasanya, penyakit ini dapat sembuh dalam beberapa hari, walaupun individu yang memiliki kerentanan tertentu, seperti anak-anak atau orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, mungkin memerlukan perawatan medis yang lebih intens.

Baca Juga:Yamaha Grand Filono Sang Skutik Retro Versi Vespa Lite‘November Rain’, Waspada Cuaca Ekstrem di Indonesia!

Penting untuk dicatat bahwa Bacillus cereus tidak termasuk penyebab umum dari gangguan pencernaan. Kuman-kuman lain seperti E. coli, Salmonella, dan Campylobacter seringkali menjadi penyebab yang lebih umum, bersama dengan virus-virus penyebab penyakit gastroenteritis, seperti norovirus.

0 Komentar