Benarkah? Muslim di Vietnam Tidak Wajib Shalat dan Puasa

CIANJUREKSPRES – Islam tersebar berbagai negara walau terkadang ada beberapa negara yang hanya menjadi agama minoritas tetapi tetap diterima oleh lingkungan dan pemerintahan.

Salah satunya islam yang dijumpai di negara komunis tepatnya negara Vietnam yang sedang banyak dibicarakan karena ternyata umat muslim disana tidak melaksanakan shalat dan puasa. Benarkah itu?

Agama islam masuk ke Vietnam dari para pedagang Jazirah Arab (disebut kerajaan Champa) yang selain berdagang mereka juga menyebarkan agama islam. Akan tetapi islam yang masuk ke Champa pada abad ke 9 itu memiliki keunikan dibandingkan dengan islam di Indonesia.

 

BACA JUGA :

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, HMI Cianjur Soroti Kurangnya Edukasi Pengelolaan Sampah di Masyarakat

 

Terdapat dua komunitas islam yaitu, komunitas muslim kota yang memiliki ajaran yang sama dengan Indonesia dan berpegang teguh pada Al-Qur’an. Namun berbeda dengan komunitas muslim Champa yang terdapat dipinggiran kota di Vietnam yang tidak berpegang teguh pada Al-Qur’an melainkan pada adat dan istiadat setempat.

Apa saja perbedaannya? berikut ini penjelasannya disimak baik-baik ya!

Tidak Wajib Puasa

Seperti pada bulan ramadhan sekarang yang sering para muslim Cham sebut “Ramuwan” mereka tidak melaksanakan puasa sama sekali seperti muslim pada umumnya, mereka mempercayai kalau bulan ramadhan itu hanya untuk pelatihan bagi pemuka agama, persiapan kematian, dan penyucian diri.

Pada bulan ramadhan muslim Cham akan memberikan hantaran berupa makanan untuk pemuka agama yang datang ke masjid, pemuka agama akan melakukan meditasi (tidak berbicara, makan, dan minum) selama 3 hari dan dilanjutkan dengan berdakwah di masjid selama 15 hari selama bulan ramadhan, mereka juga meyakini bulan ramadhan itu 15 hari saja bukan 30 hari seperti biasanya.

Tidak Wajib Salat

Selain itu muslim Cham juga tidak wajib menunaikan shalat lima waktu dalam sehari, akan tetapi mereka hanya melaksanakan salah jumat saja. Mereka berpandangan kalau kewajiban melaksanakan salat bisa diwakilkan melalui perwakilan yang disebut Acar. Acar inilah yang kemudian “menitipkan” salat dari keluarganya agar kehidupan di dunia dan akhirat berlangsung baik.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan