DLH Cianjur Akhirnya Angkut Sampah yang Menumpuk di Pinggir Kali

DLH Cianjur Akhirnya Angkut Sampah yang Menumpuk di Pinggir Kali
ANGKUT SAMPAH: Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup tengah berupaya mengangkut sampah yang berada dipiggir sungai di Desa Cijagang, Kecamatan Cikalongkulon, Kamis (18/11). (FOTO: Muhammad Nursidin)
0 Komentar

Cianjurekspres.net – Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur angkut sampah yang menumpuk di pinggir sebuah kali di Desa Cijagang, Kecamatan Cikalongkulon, Kamis (18/11). Tumpukan sampah itu sebelumnya dikeluhkan oleh warga karena menimbulkan bau tidak sedap.

Kepala Bidang (Kabid) Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Neneng Restiantie mengatakan, pihaknya telah menerjunkan petugas DLH untuk mengangkut sampah.

“Sebelumnya kami mendengar ada tumpukan sampah yah, nah setelah mendengar adanya tumpukan sampah kami terjunkan petugas untuk ekseskusi sampah tersebut. Mudah-mudahan pihak desa bisa mandiri kedepannya karena sampah adalah masalah bersama,” kata dia kepada wartawan, Kamis (18/11).

Baca Juga:Komdak Adukan Kades Nanggalamekar ke KejatiPemerhati Lingkungan Sesalkan Baliho Parpol Padati Jalan Protokol

Neneng menjelaskan, semua sampah harus masuk ke TPA pasir sembung dan nanti ada pilahan oleh pengepul dan pengolahan sebagian untuk komposter.

“Kalau buang sampah sembarang kena denda dan pidana. Jika semua pihak mau bekerjasama dan peduli maka akan ada solusi permasalahan sampah. Kita lagi mengajukan TPS3R, TPA rencana jangka panjang,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Desa Cijagang, Kecamatan Cikalongkulon Ekus Kusmana Saputra mengatakan, sering memberikan imbauan kepada warganya untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Saya kurang gimana, sudah memberikan imbauan kepada masing-masing RT, tetapi susah untuk di ajak bergotong-royong,” kata Ekus.

Ekus pun mengaku bingung untuk solusi permasalahan sampah, karena pihaknya hingga kini belum memiliki TPA.

“Memang dilingkungan kami, belum mempunyai tempah pembuangan akhir, jadi susah harus buangnya kemana,” paparnya.

Selain itu kades membantah, tidak memanfaatkan fasilitas Cator (becak motor) untuk digunakan keperluan pengangkutan sampah.

Baca Juga:BRI Raih Penghargaan Tertinggi Asia Sustainability Report Rating 2021Waspada Gelombang Ketiga Covid-19

“Itu masyarakat yang sentimen saja, dan harus diteliti dulu ketika akan berbicara. Setiap hari juga di pakai,” pungkasnya. (dik/sri)

0 Komentar