BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca, Hujan Lebat Berpotensi Terjadi hingga 20 Januari 2026

BMKG
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca, Hujan Lebat Berpotensi Terjadi hingga 20 Januari 2026
0 Komentar

CIANJURJABAREKSPRES.ID- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca untuk wilayah Indonesia yang berlaku selama tiga hari ke depan, terhitung sejak 18 hingga 20 Januari 2026. Peringatan ini dikeluarkan menyusul meningkatnya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem di sejumlah daerah, yang berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi.

Dalam keterangan resminya, BMKG membagi peringatan cuaca ke dalam beberapa level. Pada level Waspada, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.

Sementara itu, level Siaga yang menandakan potensi hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan melanda Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, serta Papua Pegunungan. Masyarakat di wilayah ini diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir, longsor, dan genangan air.

Baca Juga:Jadwal Bola Jumat 16 Januari 2026: Liga Italia, Liga Jerman, hingga Liga AustraliaKemenag Resmi Buka Penerimaan Murid Baru Madrasah Tahun Ajaran 2026/2027

Adapun peringatan Awas, atau potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem, difokuskan pada wilayah Nusa Tenggara Timur. Kondisi cuaca ekstrem di daerah ini berpotensi memicu bencana serius apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Selain hujan lebat, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang yang berpotensi terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Angin kencang dapat berdampak pada aktivitas pelayaran, penerbangan, serta meningkatkan risiko pohon tumbang dan kerusakan bangunan ringan.

BMKG menegaskan bahwa peringatan dini cuaca ini menunjukkan nilai akumulasi curah hujan harian tertinggi yang dapat terjadi dalam satu provinsi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, atau kanal informasi resmi lainnya.

Kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. BMKG mengajak masyarakat untuk saling bergotong royong, meningkatkan kewaspadaan lingkungan sekitar, serta segera melaporkan kejadian bencana melalui kanal pelaporan yang tersedia. Langkah cepat dan informasi yang akurat diharapkan mampu meminimalkan risiko serta menjaga keselamatan bersama.

0 Komentar