Cianjur Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan di Puskesmas

Cianjur Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan di Puskesmas
0 Komentar

CIANJUR, CIANJUREKSPRES – Kabupaten Cianjur ternyata masih kekurangan tenaga kesehatan (Nakes) untuk di pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas. Pasalnya, dari 47 puskesmas yang tersebar di 32 kecamatan, ada beberapa yang belum terpenuhi sembilan jenis tenaga kesehatan.

Sebagai informasi, idealnya satu puskesmas harus memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, dokter gigi, bidan, perawat, tenaga kefarmasian, analis kesehatan, nutrisianis, promosi kesehatan dan sanitarian.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr. Irvan Nur Fauzy didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Hendra Hendrawan, mengungkapkan, dari 47 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Cianjur, baru 70 persen yang terpenuhi sembilan jenis tenaga kesehatan.

Baca Juga:Gempa 5.0 Magnitudo Guncang Sukabumi, Terasa Sampai CianjurDinkes dan Disdikpora Cianjur akan Gelar Lomba Rumah dan Sekolah Sehat

“Sekitar 70 persen (sudah terpenuhi,red). Beberapa puskesmas itu memang sudah terpenuhi, bahkan ada banyak juga tenaga dokternya. Tetapi ada beberapa puskesmas di wilayah selatan yang masih belum terpenuhi. Salah satunya dokter umum, dokter gigi kemudian sanitarian itu masih belum terpenuhi,” ujar Irvan kepada Cianjur Ekspres, Rabu (7/6).

Dia menegaskan, 47 puskesmas yang ada di Kabupaten Cianjur seluruhnya wajib harus terpenuhi sembilan jenis tenaga kesehatan tersebut.

“Di tahun 2023 ini kita sudah mengalokasikan P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dan mudah-mudahan di tahun ini
sudah terpenuhi semuanya,” kata Irvan.

Menurut Irvan, terpenuhinya sembilan jenis tenaga kesehatan di puskesmas sangat penting. Disamping tenaga kesehatannya, Dinas Kesehatan membantu untuk mengalokasikan sarana dan prasarananya.

“Jadi misalkan dokter gigi, di sana (puskesmas,red) sudah kami fasilitasi terkait dental unitnya nanti oleh dinas kesehatan, baik dari anggaran pemerintah maupun pemerintah pusat,” ucapnya.

Namun intinya, lanjut Irvan, saat ini masih kekurangan tenaga kesehatan seperti dokter, dokter umum, dokter gigi, promosi kesehatan dan ahli teknologi laboratorium medik (ATML).(hyt)

0 Komentar