oleh

TPAS Cikalongkulon Dibangun Tahun 2023

Cianjurekspres.net – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur rencananya akan membangun Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Kecamatan Cikalongkulon, pada tahun 2023. Lahan seluas 17 hektare pun sudah disediakan untuk menggantikan TPAS Pasir Sembung yang sudah ever load.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur Neneng Rostiantie, mengatakan, masalah pengadaan tanah, sertifikat tanah sudah sebagian disertifikatkan.

Baca Juga: PCNU Cianjur akan Bangun Rumah Sakit, Direncanakan Tuntas 2023

“Mungkin nanti di tahun 2023 insya Allah kalau memang pendukung dari APBD, APBN ada, kita sudah siap untuk membangun. Luas tanah kalau yang sekarang sudah bersertifikat itu 17 hektare kurang lebih,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, saat ditemui di ruangannya, Senin (24/1).

Neneng mengatakan, sementara untuk anggaran tergantung kapasitas bangunan dan pelayanan.

“Kalau sekarang kita baru 14 kecamatan pelayanannya, itu pun dalam protokol. Dan mungkin untuk ke sana, sekarang kan butuh eskavator, butuh bolduser, damtruk, dan sarana pra sarana yang menyangkut persampahan,” kata Neneng.

Baca Juga: Warga di Takokak Kerja Bakti Perbaiki Saluran Air Rusak Akibat Longsor

Neneng mengungkapkan, rencana yang buang ke TPAS Cikalong, karena sifatnya hanya kapasitas kabupaten, yang terlayani sesuai dengan sarana dan prasarana yang ada.

“Jadi kalaupun kuat ya kita mungkin sekitar 14 kecamatan ditambah dengan desa-desa. Tapi kalau sekarang itu, kalau ke arah Cikalong mungkin yang terdekat dulu,” ungkap dia.

Baca Juga: Ini Tugas Khusus PC Satria Cianjur di 2024 Usai Terima SK

Karena, lanjut dia, kalau langsung seperti sekarang dari masyarakat langsung diangkut ke Cikalong tidak akan mungkin, karena treknya cukup jauh, dan harus ada penyimpanan sementara dulu.

“Jadi sebelum masuk ke TPA Cikalong harus ada tempat penyimpanan dulu, baru nanti diangkut tronton, karena kalau pakai damtruk dari Cianjur kota ke Cikalong, akan terjadi pembengkakan anggaran. Karena pasti masalah BBM, ban, servis onderdil pasti akan lebih boros,” tutupnya. (dik/sri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.