oleh

Cianjur Tak Miliki Bangunan Museum

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur memperingati Hari Pahlawan 10 November 2021 dengan menggelar upacara di halaman eks parkir Setda Cianjur, Rabu (10/11). Namun hingga kini Cianjur tidak memiliki museum sejarah.

Hal tersebut pun dibenarkan Bupati Cianjur, Herman Suherman. Menurut sepengetahuan dirinya Kabupaten Cianjur belum memiliki museum sejarah. “Setahu saya, teu acan gaduh, teu acan punya (Belum punya, red),” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (10/11).

Justru, kata Herman, Pemkab Cianjur berencana mengundang para legiun veteran pada peringatan hari jadi Cianjur mendatang di Pendopo Bupati sekaligus nantinya akan diajak berdiskusi apakah perlu ada museum atau lainnya.

“Nanti kita akan bicara di hari ulang tahun (Cianjur.red), ulang tahun sekarang spesial akan dilaksanakan di Pendopo. Para veteran akan dihadirkan di Pendopo kita jamu dan kita ajak ngobrol maunya bagaimana,” katanya.

“Sekali lagi, walaupun bagaimana, mereka (Veteran,red) adalah pejuang-pejuang yang harus kita hargai. Nanti di situ momennya kita bicarakan, apakah misalkan ada museum atau apa,” sambung Herman.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cianjur, Pratama Nugraha Ernawan saat dihubungi terpisah, mengatakan, pihaknya saat ini masih mencari lokasi yang tepat untuk pembangunan museum

“Kami sedang rencanakan dan bicarakan juga, seperti lokasi yang tepat untuk pembangunan museum dan lainnya. Intinya ke depan dipastikan Cianjur harus punya museum,” katanya.

Sementara itu, Anggota Historika Cianjur, Helmy Adam, mengungkapkan, sebelumnya pihaknya sempat mengajukan pembuatan museum kepada pemerintah daerah namun tidak ada respon.

“Sempat nanya soal museum, cuma pemerintahnya tidak ada respon,” katanya, Rabu (10/11).

Helmy menilai, tidak adanya museum sejarah di Cianjur menjadi salah satu alasan minimnya pengetahuan masyarakat khususnya generasi muda terhadap sejarah pahlawan Cianjur.

“Sangat berdampak sekali, bagaimana mereka tahu pahlawan atau sejarah, sarana nya juga tidak ada,” ucapnya.

Dirinya pun meminta Pemkab Cianjur secepatnya membuat museum sejarah. Mengingat Kota Santri tersebut pernah menjadi Kota Priangan sehingga banyak sekali nilai sejarah yang harus dipertahankan.

“Sudah saatnya Cianjur memiliki museum. Pemkab Cianjur harus peduli terhadap sejarah, minimal sejarah pahlawan Cianjur,” tandas Helmy.(mg1/hyt/sri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *