“Setelah rawat inap, saya masih harus kontrol setiap bulan selama sembilan bulan. Semua biaya perawatan, obat, sampai kontrol juga ditanggung BPJS Kesehatan, jadi sangat membantu saya dalam proses penyembuhan,” tambahnya.
Menurutnya, keberlanjutan layanan pengobatan menjadi hal penting dalam memastikan kesembuhan pasien, terutama untuk penyakit seperti TB Paru yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Di akhir, Cahya juga menyampaikan bahwa dirinya turut merasakan kemudahan dari layanan administrasi non tatap muka BPJS Kesehatan, seperti Aplikasi Mobile JKN untuk pengecekan status kepesertaan dan pendaftaran pelayanan. Ia pun berharap agar kualitas layanan JKN terus ditingkatkan, baik dari sisi pelayanan di fasilitas kesehatan maupun pengembangan layanan digital.
“Saya merasa layanan non tatap muka sangat membantu karena lebih praktis, cepat, dan efisien. Cukup menggunakan HP, semua kebutuhan administrasi bisa dilakukan tanpa harus antre di kantor. Saya berharap BPJS Kesehatan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar semakin cepat, mudah, dan merata, sehingga semua masyarakat bisa merasakan manfaat JKN secara optimal,” tutup Cahya. (rls/rie)
