RPJMD dan Arah Masa Depan Cianjur Lima Tahun Kedepan

Lepi Ali Firmansyah
Wakil Ketua DPRD/Ketua DPC PKB Cianjur, Lepi Ali Firmansyah.(istimewa)
0 Komentar

Penyususunan Ranwal RPJMD tidak dapat dilepaskan dari isu strategis yang merupakan refleksi dari permasalahn pembangunan yang dielaborasi dengan isu-isu strategis di level internasional, nasional, dan regional Provinsi Jawa Barat.

Selain itu isu strategis juga sebagai pengendali dan petunjuk arah yang menggerakan dan mengarahkan pembangunan Kabupaten Cianjur pada pencapaian visi pembangunan lima tahun ke depan. Terdapat 9 (Sembilan) isu strategis dalam Ranwal RPJMD, diantaranya: (1) Kualitas Sumber Daya Manusia yang sehat dan cerdas; (2) Penguatan Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan; (3) Transformasi dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif; (4) Pariwisata yang Berkelanjutan dengan program peningkatan daya tarik destinasi pariwisata; (5) Kemiskinan dan Pengangguran dengan program Pemberdayaan dan Perlindungan Sosial; (6) Ketersediaan Infrastruktur Dasar dan Konektivitas Wilayah; (7) Ketahanan daerah dalam penanggulangan bencana dan peningkatan kualitas lingkungan hidup; (8) Kualitas tata kelola dan layanan pemerintahan serta reformasi birokrasi hulu dan hilir; (9) Penataan daerah.

Penyusunan Ranwal RPJMD juga perlu mempertimbangkan kerangka ekonomi makro daerah. Sjafrizal (2017) seperti dikutip dalam buku Tata Kelola Keuangan Daerah (Lepi Ali Firmansyah, 2025:91) menekankan pentingnya kerangka ekonomi makro sebagai dasar dalam perumusan strategi, sasaran pembangunan, kebijakan, dan program pembangunan daerah, sehingga akan dihasilkan strategi, kebijakan dan program pembangunan yang lebih tepat dan terarah sesuai dengan potensi ekonomi dan kondisi masyarakat.

Baca Juga:Gus Ipul Bertemu Kepala Daerah dan Kiai Tapal Kuda, Sampaikan Salam Presiden dan Minta Dukungan Sekolah RakyatIndonesia Naik ke Peringkat 123 Ranking FIFA, Erick Thohir: Terbaik dalam 15 Tahun Terakhir 

Jika menganalisis kerangka ekonomi makro dalam Ranwal RPJMD diketahui bahwa struktur ekonomi Kabupaten Cianjur masih ditopang oleh sektor pertanian (32,3%), perdagangan besar dan eceran-reparasi mobil dan sepeda motor ((15,58%), transfortasi dan pergudangan (9,97%). Sementara sektor industri pengolahan menyumbang 7,27%, dan sektor pariwisata berkontribusi 6,36%.

Sebagai daerah agraris, pertanian masih menjadi sektor dominan, dan selaras dengan arah Pengembangan Jawa Barat dalam RPJMN 2025-2029, Cianjur masuk kategori wilayah Kawasan Swasembada pangan, air dan energi. Selain itu, sektor lapangan usaha industri kreatif dan pariwisata menempati posisi strategis dalam pengembangan Kawasan Pertumbuhan.

Dari sisi keuangan daerah, pendapatan masih bergantung pada dana transfer pusat, meski upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus dilakukan. Belanja daerah diarahkan pada sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian dan pariwisata serta mitigasi penanggulangan bencana, guna meningkatkan kesejahteraan serta daya saing daerah. Dengan dinamika ini, strategi pembangunan ke depan perlu difokuskan pada penguatan sektor unggulan, optimalisasi sumber daya lokal, dan inovasi fiskal untuk mencapai kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

0 Komentar