P2TP2A Cianjur: Pernikahan Sejenis Akibat Kelalaian Administrasi

P2TP2A Cianjur: Pernikahan Sejenis Akibat Kelalaian Administrasi
0 Komentar

CIANJUREKSPRES – Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar sebut adanya kasus pernikahan sejenis akibat kelalaian secara administratif kependudukan (KTP).

“Nah ini kan saya melihat terjadi beberapa kelalaian secara kependudukan pastinya dia punya KTP, tapi ternyata ketika diminta oleh KUA, dia tidak mau memberikan. Karena tidak memenuhi persyaratan itu akhirnya mereka nekad nikah siri,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Selasa (12/12/2023).

Lidya mengaku sangat prihatin karena kejadian yang selama ini di gembor-gemborkan LGBT, itu masih ada di tengah-tengah masyarakat.

Baca Juga:Mobil Terbakar Usai Isi Bensin di SPBU KandangsapiTidak Perlu Takut Kehabisan, 187.229 Tiket KA Jarak Jauh Masih Tersedia

“Saya benar-benar prihatin dengan adanya kasus pernikahan sesama jenis perempuan dengan perempuan di Cianjur,” kata Lidya.

Ia menyebut, P2TP2A Cianjur akan memberikan trauma healing bagi korban dan keluarga.

Kedepannya, Lidya meminta, agar keluarga lebih waspada dan mengetahui silsilah dari bibit bobotnya.

“Harus ditanya dari mana, orangtuanya siapa, temuin orangtuanya, pasti orangtua ngomong bahwa jenis kelamin anaknya apa,” ucapnya.

“Nah ini mungkin terjadi kelalaian yang cukup fatal sampai terjadinya pernikahan. Itu kan walaupun secara Islam itu tetap dianggap tidak sah karena sesama jenis,” katanya.

Lidya melanjutkan, sangat disesalkan pernikahan itu terjadi karena ada kelalaian semuanya, tidak bisa menyalahkan pengantin saja, kedua mempelai tapi orangtua juga.

“Minimal kan ketemu orangtua dengan orangtua, waktu lamaran datang. Nah kalau orangtua dari pihak sana mengatakan itu kan anaknya kenapa dia mengiyakan bahwa itu anaknya melamar perempuan dan dia tahu jenis kelamin anaknya adalah perempuan. Ini juga bisa dikakatakan pembohongan,” katanya.

Baca Juga:Ingin Liburan Murah? Beli Tiket Promo KA Hari IniHeboh Pernikahan Sejenis, Bupati Cianjur Sambangi Rumah IH

“Ini kan sudah pembohongan publik, terus orangtuanya ko bisa bisanya merestui atau membiarkan. Ini kan berarti adanya terjadi pembiaran. Alhamdulillah sekarang sudah terkuak,” lanjutnya.

Tapi, lanjut dia, memang sangat disesalkan, edukasi kepada masyarakat bahwa yang namanya LGBT masih saja terjadi dan ada di tengah-tengah kita, itu bahaya latin yang memang harus diperhatikan jangan dianggap hal spele.

“Insya Allah kami juga sedang mendiskusikan dengan konselor psikologi kita, pasti akan ada trauma terutama rasa malu karena sudah di ekpos, semua masyarakat tahu, bahkan beritanya sampai ke luar daerah, nah dia pasti akan ada rasa takut, rasa trauma, rasa malu, rasa itu yang memang harus diobati, jadi bahwa ini bukan kesalahan dia juga, ternyata dia juga korban penipuan,” ungkap dia.

0 Komentar