Pentingnya Orangtua Mengenal ADHD Untuk Kehidupan Anak

ADHD
illustrasi : Lifepack.id
0 Komentar

3. Kombinasi Inatentif dan Hiperaktif-Impulsif

Gejala kombinasi inatentif dan hiperaktif-impulsif merupakan gabungan dari dua kelompok lainnya. Pengidap akan kesulitan fokus serta bertindak hiperaktif dan impulsif. Selain itu,  lebih sering dialami oleh anak laki-laki dibandingkan perempuan.

Diagnosis ADHD

Diagnosis ADHD dilakukan oleh dokter melalui beberapa tahap. Adapun tahapan dari diagnosis ADHD adalah sebagai berikut:

  • Wawancara medis : Dokter akan mencari tahu riwayat penyakit (baik penyakit turunan ataupun tidak), masalah psikologis, serta kegiatan dan catatan sekolah pengidap  Penyakit ini . Wawancara medis ini bisa dilakukan kepada pengidap maupun orang-orang di sekitarnya.
  • Pemeriksaan fisik : Pemeriksaan fisik ini bertujuan untuk memeriksa kondisi kesehatan pengidap secara menyeluruh. Tes kuesioner, dapat berupa gambar maupun pertanyaan psikologis.

Penyebab ADHD

Penyebab pasti  sampai saat ini tidak sepenuhnya paham. Namun, penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko anak terkena ADHD, antara lain faktor genetik dan lingkungan, dan juga berkaitan dengan gangguan pada pola aliran listrik otak atau gelombang otak.
Akan tetapi dapat sejumlah faktor risiko yang bisa meningkatkan seseorang terkena kondisi ini. Di antaranya:

Baca Juga:Gunung Sagara yang Belum Banyak Ketahui Oleh Pendaki!Smiling Cinangka Camping Ground, Surga Tersembunyi di Cianjur Selatan!

  • Faktor genetik
  • Cedera otak
  • Kelahiran prematur
  • Berat badan bayi baru lahir yang rendah
  • Paparan zat kimia, seperti timah, ketika sang ibu dalam masa kehamilan
  • Kebiasaan merokok serta mengonsumsi alkohol berlebih ketika sang ibu dalam masa kehamilan
  • Kurangnya perhatian orang tua

Penanganan

Penanganan bisa dengan obat-obatan atau psikoterapi. Perlu ketahui bahwa orang tua, keluarga, pengasuh, dan guru di sekolah juga membutuhkan bimbingan untuk menghadapi anak dengan ADHD. Penyakit ini tidak bisa sembuh sepenuhnya, tetapi penanganan yang tepat dapat meredakan gejala dan membantu penderita untuk menjalani hidup dengan normal.

Langkah penanganan untuk pengidap ADHD adalah sebagai berikut:

  • Memberikan resep obat penenang oleh dokter. Cara ini untuk membantu pengidap  agar dapat mengurangi perilaku hiperaktif dan impulsifnya.
  • Terapi CBT, yaitu psikoterapi untuk membantu pengidap agar dapat mengubah perilaku serta pola pikirnya menjadi lebih positif ketika menghadapi masalah di dalam kehidupannya.
  • Menerapkan metode pengasuhan yang tepat untuk anak pengidap penyakit ini. Misalnya, orang tua dapat membuat jadwal rutinitas serta memberikan arahan yang jelas. Orang tua juga dapat memberikan contoh untuk berperilaku tenang.
0 Komentar