Tips dan Trik Menjadi Petani Muda

Editor:

CIANJUREKSPRES – Petani muda di zaman modern seperti saat ini, masih banyak orang yang beranggapan bahwa sukses adalah mereka yang profesinya sebagai dokter, arsitek, guru, dan sebagainya.

Anggapan tersebut yang membuat sebagian besar anak muda mempunyai minat yang kurang untuk menjadi petani muda.

Padahal jika ditelaah secara mendalam, pertanian adalah sektor yang sangat penting dalam perekonomian dan perdagangan.

Bagi generasi muda sekarang, menjadi petani muda bukanlah hal yang sulit dilakukan.

Ilmu – ilmu tentang pertanian tidak hanya bisa didapatkan dari bangku sekolah saja, karena saat ini akses informasi untuk mendapatkan ilmu sangatlah mudah dicari.

Jika kalian anak muda ingin menjadi seorang petani muda, tapi belum pernah menanam atau beternak sebelumnya, artikel kali ini akan membantu kalian untuk mempersiapkan hal – hal yang kalian butuhkan.

BACA JUGA : Bupati Cianjur Minta Petani Tak Ketergantungan Pupuk Subsidi

Mulai Menjadi Petani Muda Dari Nol

Menjadi seorang petani bukanlah sesuatu yang instan, banyak hal – hal yang perlu kalian pelajari dan lakukan, terlebih jika kalian memulai semuanya dari nol tanpa pengalaman bertani sebelumnya.

1. Ciptakan motivasi kalian

Pertanian menuntut banyak usaha dan tanggung jawab yang besar. Kalian perlu menentukan atau menciptakan motivasi tentang mengapa kalian tertarik untuk menjadi petani.

Jika kalian memulai dari nol, mungkin butuh proses yang lebih panjang dibanding mereka yang sudah memiliki ilmu tentang pertanian.

Maka dari itu, kalian membutuhkan motivasi dan menentukan hal apa yang membuat kalian tertarik untuk bertani serta perlunya bersabar dan menikmati proses.

2. Memilih jenis pertanian

Dalam dunia pertanian, pada dasarnya terbagi menjadi dua kategori, yaitu berkebun dan beternak.

Produk dari perkebunan antara lain seperti biji – bijian atau sereal, sayur mayur, perkebunan buah – buahan, bahkan bisa berupa produksi jerami dan silase.

Sedangkan produk dari peternakan antara lain produksi sapi potong atau sapi perah, produksi ayam petelur atau ayam pedaging, produksi lebah madu, dan sebagainya.

Kalian perlu menentukan apa yang akan menjadi fokus kalian dalam bertani agar mudah menentukan arah dan tujuan ke depan.

3. Riset sebanyak mungkin

Carilah sumber ilmu sebanyak mungkin dari mana pun.

Baik itu dari buku – buku tentang pertanian, atau dari tulisan – tulisan di internet, video – video belajar pertanian, dari mana saja yang bisa kalian akses.

Dalam melakukan riset, kalian tidak hanya mempelajari tentang produk – produk pertanian dan cara bertani, namun perlu juga melakukan riset pasar dan resiko – resiko pasar agar mengetahui seluk beluk dunia pertanian lebih jauh.

4. Bertemu petani yang sudah berpengalaman

Selain mencari ilmu melalui sumber – sumber buku dan internet, kalian juga harus menemui petani yang sudah berpengalaman.

Temuilah petani yang memiliki bidang pertanian yang sama dengan yang Anda ingin lakukan.

Dengan bertemu dengan petani yang sudah memiliki pengalaman di bidangnya, secara tidak langsung mereka bisa kalian jadikan sebagai mentor dalam usaha pertanian yang kalian lakukan.

5. Melihat lokasi perkebunan

Tentunya saat akan melakukan usaha di bidang pertanian, kalian akan membutuhkan lahan untuk bertani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *