Misi Brand Indonesia di Unbound Gravel

Misi Brand Indonesia di Unbound Gravel
John Boemihardjo (nomor 2304) bersama Azrul Ananda (belakang tiga dari kiri) ketika mengikuti Unbound Gravel 2021.(istimewa)
0 Komentar

TENTANG UNBOUND GRAVEL:

Unbound Gravel adalah “The World’s Premiere Gravel Event.” Kali pertama diselenggarakan oleh sebuah komunitas di Emporia, Kansas, pada 2006, event ini lantas menjadi populer di seluruh dunia. Bahkan kategori sepeda “gravel” menjadi booming gara-gara event ini. Sekarang, sepeda gravel adalah kategori dengan pertumbuhan terpesat di dunia.

Dulu bernama Dirty Kanza, event ini menjadi Unbound Gravel setelah diakuisisi oleh Life Time, perusahaan event raksasa Amerika. Event ini tetap dijaga berbasis komunitas (mass participation), walau belakangan banyak pembalap profesional kelas dunia ikut turun merebut prestasi di sini.

Daya tarik utama Unbound Gravel adalah medannya. Melintasi jalan-jalan kerikil/berbatu (gravel) di kawasan Flint Hills, di sekitar Emporia. Jenis batunya dikenal keras dan tajam, dulu digunakan sebagai bahan mata panah oleh suku asli Amerika.

Baca Juga:Volume Sampah di TPA Pasirsembung Naik 5 Persen Pasca LebaranTMMD akan Betonisasi Jalan di Cibadak Cibeber

Tahun ini, Unbound Gravel diikuti oleh 4.000 peserta dalam beberapa kategori. Yang paling kondang adalah 200 mil, lalu ada 100 mil. Ada pula kelas XL alias 350 mil (560 km), juga kelas-kelas ringan seperti 25 dan 50 mil.

Selama event, kota Emporia jadi seperti kota baru. Jumlah penduduk normalnya hanya 24 ribu orang, bisa melonjak lebih dari 5.000 orang selama weekend event. Karena kapasitas kota, banyak peserta harus menginap di kota-kota lain. Termasuk yang berjarak 100 km atau lebih dari Emporia! (*)

0 Komentar