Revolusi Energi untuk Negeri (1)

1000 Tahun
ilustrasi disway.(net)
0 Komentar

Dengan cara saya itu, listrik swasta tidak usah dimusuhi. Mereka akan mati sendiri –termasuk milik saya.

Sebelum saya mengajukan konsep revolusi energi, coba kita berdiskusi dulu. Cara apa yang akan bisa membuat listrik kita murah –lebih murah daripada semua negara.

Banyak orang berteori pakai tenaga surya, angin, arus laut, air, nuklir, geotermal. Semua itu memang masuk akal, tapi masih omong kosong untuk Indonesia saat ini. Saat ini. Sampai lima tahun ke depan.

Baca Juga:Surat Terbuka untuk Dirut PDAM Tirta Mukti CianjurPemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada 13 Mei 2021

Bahkan, ada yang berteori lebih parah lagi: hidrogen, daya gravitasi, magnet, dan seterusnya. Itu hebat. Tapi, bukan untuk hari ini.

Tenaga surya memang akan menjadi masa depan kita. Mungkin 10 tahun lagi. Tunggu datangnya era baterai hebat nan murah.

Air, sudah saya sebutkan kesulitannya: waduk, danau, dan sungai kita terancam pendangkalan terus-menerus. Kalau terlalu mengandalkan air, kita akan krisis listrik di musim kemarau.

Angin juga masih harus tunggu era baterai hebat nan murah. Angin kita –dan angin di mana pun– angin-anginan. Kadang ada –sampai menumbangkan pohon. Tapi, lebih sering tidak ada. Padahal, listrik harus ada terus-menerus –kecuali Anda tidak kaget listrik di rumah Anda mati saat Anda melihat memang lagi tidak ada angin.

Kelak, di saat angin datang besar-besaran, kelebihan listriknya bisa kita simpan di baterai. Untuk dipakai ketika tidak ada angin.

Itu akan paralel dengan tenaga surya. Siang hari, ketika ada matahari, kelebihan listriknya disimpan di baterai. Untuk dipakai malam hari. Sampai, kelaaaak, ketika bulan sudah bisa bersinar seperti matahari, baterai tidak relevan lagi. Tapi, itu hil yang mustahal –kata Asmuni-nya Srimulat.

Arus laut memang sumber listrik. Tapi, janganlah berharap itu dalam jangka pendek. Kita masih harus menunggu ITB, ITS, UI, UGM menjadi sekelas MIT atau Tsinghua.

Baca Juga:Pelaku Pembakar Pacar di Cianjur Ternyata ResidivisDitangkap Polisi, Pelaku Pembakar Pacar di Cianjur Terancam Hukuman Seumur Hidup

Nuklir tentu juga sumber listrik yang hebat dan hemat. Namun, jangan harap bisa terwujud dalam waktu 15 tahun ke depan.

Saya sempat menyiapkan salah satu pulau untuk proyek nuklir. Ideal sekali. Tidak perlu saya sebutkan lokasinya. Yang jelas bukan di Bangka. Tapi, makin mendalami masalah nonteknisnya, makin jauh harapan segera bisa mewujudkannya.

0 Komentar