Harga Tiket TNGGP Bagi Turis Asing Mahal

Harga Tiket TNGGP Bagi Turis Asing Mahal
BIAYA MASUK: Wisatawan asing asal Jerman, Andrean, 22, dan Yanek, 27, saat membayar tiket masuk menuju kawasan Curug Cibeureum di TNGGP Cibodas, Cianjur. (AYI SOPIANDI/CIANJUR EKSPRES)
0 Komentar

 
CIANJUR, cianjurekspres.net – Terkait persoalan harga tiket turis yang mahal, Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Dadan Maulana mengatakan, jika harga tiket masuk bagi pengunjung wisatawan asing diakuinya memang lebih mahal dari harga tiket bagi pengunjung lokal.
“Harga tiket sudah sesuai dengan peraturan pemerintah. Soal tiket turis yang mahal pun sebenarnya sudah ditentukan dan dipatenkan dengan disahkan melalui Permendagri,” kata Dadan saat ditemui Cianjur Ekspres, kemarin (2/8).
Dikatakan Dadan, harga tersebut sudah meliputi berbagai macam layanan di dalamnya, mulai dari asuransi kecelakaan, dan beberapa hal lainnya yang menjadi tanggungjawab pengelola terhadap pengunjung mancanegara yang mengalami kecelakaan.
“Kalau harga tiket masuknya bagi WNA untuk Canopy Trail Rp185.000 per orang, Nature Tourism Rp240.000 per orang, sementara untuk pendakian bisa mencapai Rp370.000 per orang,” ujar Dadan.
Penerapan harga tiket masuk yang dianggap cukup mahal, pernah dikeluhkan sejumlah turis asing. Dimana beberapa waktu lalu turis asing asal Yugoslavia datang untuk melakukan pendakian. Namun, setelah mengetahui harga tiket masuk yang dianggap cukup mahal, turis tersebut malah ngotot untuk tidak mau membayar.
“Pernah ada kejadian WNA maksa masuk ke Curug Cibeureum dengan alasan tidak punya uang buat beli tiket masuk, kami tetap menahannya agar tidak masuk dan melakukan pendakian karena khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Dadan.
Sementara itu, wisatawan asing asal Jerman, Andrean, 22, dan Yanek, 27, menuturkan, ia baru pertama kali berkunjung ke Curug Cibeureum TNGGP Cibodas. Menurutnya, ia mengetahui adanya tempat wisata Curug Cibeureum melalui situs pencarian google.
“Saya belum bisa memberikan komentar bagus dan tidaknya Curug Cibeureum, karena saya baru saja datang. Yang jelas saya bisa datang ke tempat ini berawal dari situs pencarian google,” pungkasnya. (mg2/yhi)

0 Komentar