7 Sesar Aktif  Kelilingi Cianjur

CIANJUR, CIANJUREKSPRES – Badan Geologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, terdapat tujuh sesar aktif yang teridentifikasi mengelilingi Cianjur dan sekitarnya, yang diduga bagian dari sistem atau segmen dari Sesar Cimandiri.

BACA JUGA:  Mengenal Sesar Baribis, Salah Satu Sesar Aktif di Jawa Barat

Selain Sesar Cugenang yang baru teridentifikasi, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono juga mengungkapkan jika Sesar Cimandiri sendiri memiliki tiga segmen yang berada di Cianjur, diantaranya Segmen Cimandiri, Segmen Nyalindung-Cibeber dan Segmen Rajamandala.

BACA JUGA:  Wajib Tahu! Ini Pengertian Sesar dan Jenis-jenisnya!

Selain itu, sesar lain yang berada sangat dekat dengan Cianjur adalah Sesar Cirata, Sesar Padalarang Bagian Barat dan Sesar Lembang.

BACA JUGA:  Mengenal Sesar Lembang yang Dikenal Membentang Sejauh 29 Kilometer

“Ini (wilayah Cianjur) adalah zona sesar yang sangat komplek dan sangat aktif. Ada banyak sekali sesar yang mengelilingi Cianjur. Dan yang belum terindentifikasi itu sebenarnya masih ada,” ujar Daryono saat ditemui di lokasi Hunian Tetap (Huntap) Relokasi Tahap I di Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku pada Rabu (4/1/2022).

BACA JUGA:  Analisa Badan Geologi: Gempa di Cianjur Akibat Sesar Aktif

Jika melihat aktivitas kegempaan BMKG sejak 2008, lanjut Daryono, meskipun sesar-sesar tersebut belum terpetakan namun seismisitas atau kegempaan dari zona Sesar Cimandiri dan sekitarnya sangat aktif dan semakin meningkat.

BACA JUGA:  Gempa Sesar Baribis, BMKG Minta Warga JABODETABEK Waspada

Selain itu, dalam peta kegempaan milik BMKG, disebutkan masih banyak klaster-klaster f yang belum terpetakan.

“Hal itu patut diwaspadai. Kita tidak boleh fokus pada sesar yang sudah terpetakan. Seperti Sesar Cugenang ini, sebelumnya kan belum terpetakan, tapi kita tau kalau di daerah tersebut itu sesarnya aktif. Ini jadi pembelajaran bagi daerah lain, kalau memang disitu ada kluster kegempaan yang aktif dan belum terpetakan, waspada suatu saat akan terjadi gempa yang merusak,” jelas Daryono.(mg1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *