Melebihi Kecepatan

Beras Manja
0 Komentar

Terserah saja.

Yang jelas kapal yang melintasi Terusan Suez akan merasa lebih aman ketika tiba di danau Pahit. Mungkin saja penambahan kecepatan Ever Given dimaksudkan agar cepat sampai di danau ini.

Apalagi kalau di depan Ever Given tidak ada kapal yang berdekatan. Maka menaikkan laju kapal tidak akan menabrak kapal di depannya.

Masih begitu banyak persoalan yang harus dijawab. Sedang kapal itu sendiri, harus terus berlayar ke Amsterdam. Yakni setelah berhenti sebentar di Danau Pahit untuk pemeriksaan fisik. Sejauh ini tidak ada indikasi negatif. Tidak ada bagian yang rusak. Apalagi pengapungan kembali Ever Given lebih banyak ditentukan oleh alam. Yakni oleh pasang laut purnama di hari ketiga, malam tanggal 16 Sya’ban. Berarti satu hari setelah nisfu sya’ban –pertanda 15 hari lagi bulan puasa.

Baca Juga:Jangan Pilih-Pilih VaksinLawan Hoaks, Kemenkominfo Gencarkan Gerakan Literasi Digital

Pasang laut tanggal 14 Sya’ban memang sudah tinggi. Tapi belum membuat kapal itu mengapung kembali. Puncak pasang laut terjadi tanggal 15 Sya’ban. Belum pula sudah. Maka di pasang laut 16 Sya’ban kapal itu mulai bergerak. Artinya: tarikan kapal-kapal penarik mulai bisa ”menggoyang” kapal raksasa itu.

Ada yang belum lega. Persatuan awak kapal India merasa masih harus terus mengawal kejadian itu. Mereka tidak mau awak kapal Ever Given dijadikan kambing hitam. Semua awak kapal Ever Given memang berkebangsaan India.

Meski kapal itu begitu besar, awak kapalnya ”hanya” 25 orang. Memang peraturan internasional memungkinkan efisiensi tenaga seperti itu. Pemilik kapal di Indonesia tidak mungkin bisa sehemat itu. Kapal-kapal di Indonesia diharuskan menampung siswa sekolah pelayaran untuk tempat magang.

Organisasi pelaut India mempersoalkan ini: otoritas Terusan Suez juga ikut bertanggung jawab. Setiap kapal besar yang memasuki Terusan Suez harus dibantu pilot dari Mesir. Pilot itu naik ke anjungan kapal untuk berdampingan dengan kapten. Sang pilot naik ke anjungan bersamaan dengan selesainya pengurusan dokumen di mulut terusan.

Pilot itulah yang paling tahu kondisi Terusan Suez. Mulai dari alur airnya sampai peraturan yang harus diikuti.

0 Komentar