Puluhan Warung Tak Berizin di Cirata Dibongkar

Puluhan Warung Tak Berizin di Cirata Dibongkar
Puluhan warung yang tak memiliki izin di lahan milik PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) Badan Penanggulangan Waduk Cirata (BPWC) Cianjur dibongkar pemiliknya masing-masing.
0 Komentar

CIANJUR – Puluhan warung yang tak memiliki izin di lahan milik PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) Badan Penanggulangan Waduk Cirata (BPWC) Cianjur dibongkar pemiliknya masing-masing.
Sebanyak 86 dari total keseluruhan 230 warung yang berdiri di pinggiran Waduk Cirata Jangari dibongkar, sesuai kesepakatan bersama antara PT PJB-BPWC Provinsi Jawa Barat dan Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Tirta Sapta Pesona Jangari.
Wakil Ketua 2 Kompepar Tirta Sapta Pesona Jangari Hendrawan mengatakan, penertiban warung-warung liar yang berada diatas lahan PT PJB-BPWC Jabar dilakukan untuk penataan tempat pariwisata.
Sebelum dilakukan penertiban, pihaknya terlebih dahulu mengadakan musyawarah bersama para pemilik warung-warung liar diatas lahan PT PJB-BPWC Jabar yang juga disaksikan langsung Muspika, Dishub UPTD Jabar, Disbudpar Jabar, dan Desa Bobojong.
Baca Juga: Fungsikan Waduk Cirata Seperti Semula
“Sebelum dilakukan penertiban, Kompepar lebih mengedepankan musyawarah. Dan kita juga menyebar luaskan surat pemberitahuan terhadap para pemilik warung-warung liar tersebut,” kata Hendrawan, Rabu (27/11/2019).
Hendra mengatakan, hal tersebut dilakukan karena sebagai pemilik lahan yakni PT PJB-BPWC Jabar ingin menata zona kawasan pariwisata.
“Dalam hal ini, Kompepar siap membantu situasi yang aman dan kondusif selama penertiban bangunan liar tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, Kompepar berkewajiban untuk memastikan bangunan yang ada diatas lahan PJB mulai dari pertigaan Kantor Dishub Jangari sampai dengan Gedung Koni.
Henhen (52) salah seorang pemilik warung yang dibongkar mengatakan sudah menempati lahan tersebut sejak tahun 1992.
Dirinya mengaku setuju dengan penataan lahan di sekitar Wadung Cirata. Terlebih Kompepar Tirta Sapta Pesona Jangari sudah menyiapkan lahan ganti di Blok Pasir Salam.
“Alhamdulillah sudah mendapatkan penggantian lahan di blok Salam, tapi kalau saya boleh usul alangkah baiknya jika perahu-perahu yang ada saat ini juga ikut dipindahkan ke blok Salam, agar nantinya pengunjung khususnya pemancing pun tujuannya ke blok Salam,” pungkasnya.(yis/hyt)

0 Komentar