Keluarga Penyelenggara Pemilu yang Gugur Dapat Santunan

0 Komentar

CIANJUR – Sebanyak 12 keluarga duka petugas penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal dunia mendapatkan santunan dari Pemkab Cianjur di pendopo, kemarin (29/4). Sedangkan, biaya perawatan untuk ratusan petugas yang tengah sakit digratiskan oleh pemerintah.
Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada para pahlawan demokrasi yang meninggal dunia itu. Pihak keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan.
“Semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah, ditempatkan di sisiNya yang terbaik. Sekali lagi, saya atas nama pemerintah mengucapkan bela sungkawa yang sangat mendalam,” ucapnya.
Herman juga mendoakan anak-anak yang ditinggalkan menjadi anak yang berguna bagi keluarga, bangsa, dan negara. Di samping ada yang meninggal dunia, kata dia, ada juga ratusan petugas pemilu yang sedang sakit dan dirawat.
“Biaya pengobatannya kami gratiskan di semua rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Cianjur. Semoga mereka pun lakas sembuh dan beraktivitas seperti biasa,” kata dia.
Sedangkan, lanjut dia, selama proses sidang pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 pemerintah akan mengirimkan dokter dan ambulans jika dibutuhkan. “Kami siap melayani. Jika butuh dokter, akan kami kirimkan,” jelasnya.
Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Cianjur, Rustiman, mengatakan, data sementara petugas yang meninggal duna ada 12 orang. Sedangkan, jumlah petugas yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas ada 89 orang.
“Kami dari KPU Kabupaten Cianjur turut bela sungkawa, dan mohon maaf atas segala kesalahan. Sementara yang sedang sakit semoga lekas sembuh, termasuk Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Hilman Wahyudi, yang juga sedang sakit,” tuturnya.
Ebi Sutendi (22), anak ke 2 dari almarhum Surahman, mengaku sangat sedih karena pas waktu meninggal dunia bapaknya tengah bekerja di salah satu perusahaan di Kecamatan Sukanagara. Ebi mendapat kabar dari keluarganya sekitaran pukul 15.30 Wib.
“Pada saat itu memang kondisi sinyal susah karena tempatnya ada di pelosok sehingga sulit masuk,” terang Ebi kepada Cianjur Ekspres di pendopo saat menerima santunan dari Pemda, Senin (29/4).
Meskipun dapat santunan dari pemerintah daerah, Ebi tetap masih belum percaya jika bapaknya itu telah pergi meninggalkannya. Adapun santunan yang diterimanya itu diharapkan dapat mengurangi beban biaya mulai dari pemakaman hingga tahlilan.

0 Komentar