Heboh, Bocah ‘Sakti’ Asal Sukaluyu

Heboh, Bocah 'Sakti' Asal Sukaluyu
DIPERIKSA: Syarif Hidayat, 13, anak yang mempunyai kelainan pada makanan ini sedang diperiksa di RSUD Cianjur.
0 Komentar

CIANJUR – Syarif Hidayat, 13, anak dari pasangan Salim, 47, dan Deuis, 37, warga Kampung Bonghas RT 03/RW 05 Desa Sindangraja Kecamatan Sukaluyu memiliki kebiasaan aneh. Bocah tersebut kerap kali memakan pecahan beling dan rumput, menghirup bensin, serta minum air Aki.
Dijelaskan Salim, kebiasaan aneh anaknya tersebut pertama kali diketahui saat menginjak usia dua tahun. Ketika ada bensin, anaknya langsung mendekat dan menghirupnya.
Keanehan Syarif itu terus berlanjut dan menjadi kebiasaan, mengingat sejak usia dini, Syarif tidak terpantau langsung oleh orangtuanya. Bocah tersebut diasuh oleh neneknya lantaran sang ibu yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura dan sang ayah setiap hari berjualan di sekitaran Waduk Jangari.
Bahkan, menurut Salim, anaknya sering membenturkan kepala hingga mengalami luka jika tidak keinginannya untuk menghirup bersin tidak dituruti.
“Jadi terpaksa dikasih, soalnya kahwatir melihat anak saya membenturkan kepala kalau tidak dituruti. Sehari bisa habis bensin hingga satu botol air mineral, soalnya kadang juga diminum kalau tidak terawasi,” ucapnya kepada wartawan saat ditemui di rumahnya, Kamis (29/11).
Tidak hanya menghirup bensin, menurut Salim, anaknya juga seringkali memakan pecahan beling, serta memakan rumput jika dibawa ke kebun. Beberapa kali juga anaknya ketahuan meminum air aki.
Kebiasaan aneh itu membuat Salim khawatir akan berdampak pada kondisi kesehatan dan tubuh anaknya tersebut. “Pasti khawatir, soalnya yang dimakan dan diminum itu tidak umum dan cenderung berbahaya,” ucap dia.
Sementara, Fiska Apriliani, seorang Bidan Desa Sindangraja yang mendampingi Syarif saat dibawa ke RSUD Cianjur untuk diperiksa menjelaskan, jika secara fisik, Syarif tidak mengalami penyakit apapun. Namun, bocah tersebut cenderung memiliki gangguan.
“Diduga Syarif mengidap autisme, atau mempunyai dunianya sendiri, untuk berkomunikasi dia hanya mengerti ucapan kedua orang tuanya,” kata dia.
Terpisah, Ketua KJS Nurhamid menjelaskan, Syarif tidak masuk dalam kategori orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), tetapi dia masuk di kategori orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) atau halusinasi dan delusi atau waham.
“Dari pihak RSUD telah memberikan rujukan ke labolaturium untuk dilakukan pemerikaan lebih mendalam. Rencananya pekan depan ada kemungkinan dirujuk ke poli jiwa,” kata dia.(bay/red)

0 Komentar