CIANJUR.JABAREKSPRES.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk menangani masalah stunting. Sebab, upaya pencegahan sejatinya dilakukan di tingkat keluarga.
Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Cianjur merupakan salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang berperan untuk melakukan sosialisasi melalui berbagai platform media sosial mengenai stunting.
Salah satunya mengenai pola asupan makanan instan yang bisa menjadi pemicu terjadinya kasus stunting, dan kerap diberikan orangtua kepada anak mereka dengan alasan praktis menyajikannya.
Baca Juga:Konsep Isi Piring Seimbang Bisa Cegah StuntingKompleksitas Paparan Asap Rokok terhadap Ancaman Stunting
Namun, di balik pola asupan makanan itu, terdapat ancaman besar terhadap tumbuh kembang anak jika dikonsumsi secara berkelanjutan. Data kesehatan, sebagian besar produk instan mengandung kadar garam, gula, dan lemak yang cukup tinggi.
“Di sisi lain, makanan instan sangat minim kandungan gizi penting seperti vitamin, mineral, dan protein. Padahal, kandungan gizi sangat dibutuhkan anak pada masa pertumbuhan,” ujar Sekretaris Diskominfo Kabupaten Cianjur, Gagan Rusganda dalam keterangan tertulisnya belum lama ini.
Kebiasaan mengonsumsi makanan instan dapat menyebabkan asupan gizi menjadi tidak seimbang. Anak-anak yang lebih sering diberikan makanan instan berisiko mengalami kekurangan gizi kronis. Bahkan, dalam jangka panjang dapat berkontribusi pada masalah stunting.
Selain kandungan gizinya yang rendah, bahan tambahan seperti pengawet, perasa buatan, dan pewarna sintetis yang terdapat dalam makanan instan, juga dapat berdampak pada kesehatan anak. Jika pola konsumsi ini berlangsung terus-menerus, maka perkembangan otak dan tubuh anak bisa terhambat.
“Akibatnya, pertumbuhan tinggi badan tidak sesuai dengan usianya, kemampuan belajar terganggu, dan daya tahan tubuh menurun,” katanya.
Untuk mencegah hal tersebut, anak harus dibiasakan mengonsumsi makanan bergizi seimbang sejak dini. Karbohidrat dari pangan lokal, protein hewani maupun nabati, serta sayur dan buah segar jauh lebih bermanfaat dalam mendukung pertumbuhan optimal. Orang tua memiliki peran besar dalam mengatur pola makan anak, dengan memastikan menu yang diberikan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi yang lengkap.
Kesadaran masyarakat terhadap bahaya makanan instan perlu ditingkatkan agar tidak terjebak pada pilihan praktis yang merugikan masa depan anak. Mengedepankan pola makan sehat dan alami akan menjadi langkah penting dalam menurunkan angka stunting sekaligus membangun generasi yang lebih kuat, cerdas, dan berkualitas.(*)
