CIANJUR, CIANJUR.JABAREKSPRES.COM- Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh turun secara drastis hingga di bawah 35 derajat Celcius, sementara suhu tubuh normal manusia berkisar antara 36–37 derajat Celcius.
Kondisi ini biasanya terjadi akibat paparan suhu dingin yang ekstrem, di mana tubuh tidak mampu mempertahankan suhu normalnya karena kehilangan panas terlalu cepat.
Hipotermia harus segera ditangani karena dapat menyebabkan gangguan fungsi jantung, sistem saraf, dan organ lainnya, bahkan berisiko mengancam nyawa.
Baca Juga:Harga Tiket Pesawat Domestik Turun 13-14 Persen saat Lebaran 2025Kemensos Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bogor
Penyebab utama hipotermia adalah paparan suhu dingin dalam waktu lama, baik di lingkungan terbuka maupun tertutup.
Faktor-faktor yang dapat memicunya antara lain mengenakan pakaian basah terlalu lama saat cuaca dingin, tidak memakai pakaian yang cukup tebal, berendam dalam air dingin, paparan zat beracun, penggunaan pendingin ruangan secara berlebihan, serta infeksi seperti sepsis.
Selain itu, beberapa kelompok lebih rentan mengalami hipotermia, seperti bayi dan lansia yang kemampuan tubuhnya dalam mengatur suhu tidak seefektif orang dewasa. Konsumsi alkohol dan narkoba juga dapat meningkatkan risiko karena dapat mengganggu respon tubuh terhadap suhu dingin.
Penderita gangguan mental atau demensia sering kali tidak menyadari kondisi lingkungannya, sehingga lebih berisiko mengalami hipotermia. Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antidepresan dan antipsikotik, juga dapat memengaruhi mekanisme tubuh dalam menjaga suhu.
Beberapa kondisi medis seperti dehidrasi, diabetes, stroke, hipotiroidisme, dan kekurangan gizi turut meningkatkan risiko hipotermia, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah bersuhu rendah.
