1.321 Gempa Bumi Guncang Jawa Barat Sepanjang 2024

Dampak gempa
Rumah rusak parah setelah diguncang gempa bumi di Cianjur. (Ilustrasi)
0 Komentar

BANDUNG, Cianjur.jabarekspres.com – Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, menyebutkan, sepanjang 2024 lalu, terjadi 1.321 aktivitas gempa bumi yang mengguncang Provinsi Jawa Barat.

“Berdasarkan hiposenternya, ada 1.184 gempa bumi yang terjadi dengan kedalaman dangkal atau kurang dari 60 kilometer di bawah tanah, 133 gempa bumi menengah dengan kedalaman 60 hingga 300 kilometer, dan 4 gempa bumi dalam atau lebih dari 300 kilometer di bawah tanah,” kata Teguh Rahayu pada Rabu, 1 Januari 2024.

“Sedangkan untuk magnitudo (M), gempa bumi terbesar yang tercatat adalah M 6.5 dan magnitudo terkecil yang tercatat adalah M 1.1,” imbuhnya.

Baca Juga:Selama 2024, Cianjur Disambar 1.342.885 PetirCFN Tahun Baru 2025, Jalur Puncak Ditutup Hingga 1 Januari

Jika dilihat dari letak hiposenternya, lanjut Rahayu, 806 kejadian gempa bumi terjadi di laut dan sebagian besar tersebar di selatan Pulau Jawa. Gempa tersebut ditimbulkan oleh aktivitas sesar aktif dasar laut dan juga dipicu oleh adanya subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.

Lalu, 407 gempa bumi yang terjadi di darat dengan kedalaman dangkal disebabkan oleh aktivitas sesar lokal dan 108 gempa bumi darat lainnya timbul karena aktivitas dalam lempeng tektonik Indo-Australia.

“Sepanjang tahun 2024 terdapat 113 kali gempa bumi yang dirasakan. Salah satu kejadian gempa bumi yang dirasakan tersebut terjadi pada tanggal 27 April 2024 pukul 23:29:47 WIB, yang berpusat di 8.39 LS dan 107.11 BT pada kedalaman 70 kilometer. Gempabumi berkekuatan M 6.2 ini dirasakan di Sukabumi dan Tasikmalaya, Bandung, Garut, Tangerang, Tangsel, Bogor, DKI Jakarta, Kebumen, Banyumas, Cilacap, dan Purwokerto, Bantul, Sleman, Kulonprogo, Trenggalek, hingga Malang,” jelasnya.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, merupakan jenis gempa bumi menengah.

Getaran dipicu akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah lempeng Eurasia di selatan Jawa Barat atau populer disebut sebagai gempa dalam lempeng (intra-slab earthquake).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault).

0 Komentar