Banyak PMI Ilegal, Akibat Tergiur Fee yang Tinggi dari Sponsor

ilustrasi pmi ilegal
Ilustrasi
0 Komentar

CIANJUR.JABAREKSPRES.COM – Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya kepada sponsor Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi. Harus di cek kejelasan apakah pemberangkatan menjadi PMI sesuai prosedural atau tidak.

“Jangan mudah percaya dengan sponsor yang menjanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi serta menawarkan fee yang tinggi dan dengan pemberangkatan mudah. Banyak PMI yang telah menjadi korban dan ujung ujungnya akan bermasalah,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur Tohari Sastra melalui Pengantar Kerja Ahli Muda Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Pengembangan Kesempatan Kerja, Heni Maesaroh.

Menurutnya, banyaknya PMI yang tergoda oleh janji sponsor karena lebih mementingkan fee yang diberikan sebelum berangkat. Kebanyakan korbannya adalah PMI yang pernah berangkat.

Baca Juga:Kepergok Tengah Perang Sarung, Puluhan Remaja Diamankan PolisiCegah PMI Purna Kembali, Disnakertrans Berikan Pelatihan Wirausaha

“Ada sampai yang mendapatkan fee Rp12 juta sebelum diberangkatkan dengan gratis. Ini yang membuat tergoda tanpa memikirkan risiko yang dihadapi. Kenyataanya mereka ini bukan dipekerjakan tapi diperjualbelikan,” katanya.

Sepanjang tahun 2023 saja, kata Heni setidaknya ada 20 kasus PMI bermasalah saat bekerja. Mereka kebanyakan dengan negara tujuan Timur Tengah. Padahal sudah jelas moratorium masih berlaku.

“Permasalahaanya kebanyakan gaji tidak dibayar, banyak juga yang mendapatkan tindak kekerasan dari majikan dan ingin dipulangkan,” paparnya.

Untuk itulah, untuk menekan masih banyaknya PMI yang berangkat secara non prosedural atau ilegal, Disnakertrans terus melakukan sosialisai melalui pemerintahan desa bahwa pemberangkatan non prosedural akan menyisakan persoalan.

“Sosialisasi terus kita lakukan agar PMI yang berangkat harus mendapatkan rekom dari Disnakertrans, tidak melalui sponsor yang justru menjerumuskan. Kita harapkan tidak ada lagi PMI yang berangkat secara ilegal,” tegasnya. (sri)

 

0 Komentar