Seringkali Ngabuburit di Jalur KA, Ini Kata KAI Daop 2 Bandung

Seringkali Ngabuburit di Jalur KA, Ini Kata KAI Daop 2 Bandung
0 Komentar

CIANJUREKSPRES – Selama Ramadan budaya ngabuburit atau menghabiskan waktu di sore hari sambil menunggu berbuka puasa. Biasanya saat Ramadan menjelang Magrib, orang dewasa dan anak-anak akan berkumpul di area terbuka yang bisa diakses gratis oleh masyarakat, tak terkecuali di sekitar jalur kereta api (KA).

Padahal sudah jelas bahwa hal tersebut sangat berbahaya, tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga perjalanan KA.

Jadwal Kereta Api Cianjur Sukabumi Bulan Maret 2023

Pada momen Ramadan, banyak masyarakat yang menunggu waktu berbuka, bermain, atau bahkan berjualan di area jalur KA. Bahkan ada anak-anak yang menaruh benda asing atau memindahkan batu balas ke atas rel yang dapat merusak prasarana KA.

Baca Juga:Wujudkan Kesetaraan Gender di Proyek PLTA CisokanPengawasan Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Cianjur Masih Lemah

Tindakan menaruh benda asing di atas rel dapat merusak prasarana KA bahkan dapat mengakibatkan kereta anjlok.

Selain itu, ada pula potensi vandalisme yang dilakukan oleh masyarakat seperti perusakan prasarana dan pelemparan batu yang tentu saja sangat membahayakan keselamatan perjalanan, termasuk para pelanggan yang menaiki KA tersebut.

Ridwan Kamil Minta Usulan Nama Kereta Cepat ke Masyarakat

Pasal tersebut menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakkan, meletakkan, memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api.

Selain itu, masyarakat juga dilarang menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

Daop 2 Bandung sendiri mencatat dari tahun 2020 hingga 20 Maret 2023, terdapat 127 kasus kereta api tertemper orang dengan rincian korban meninggal dunia sebanyak 87 orang, 19 orang luka berat, dan 10 orang luka ringan.

0 Komentar