Penanganan pertama hipotermia saat di gunung

Hipotermia merupakan suatu kondisi dimana sistem dalam tubuh untuk pengaturan suhu badan kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin
Hipotermia merupakan suatu kondisi dimana sistem dalam tubuh untuk pengaturan suhu badan kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin
0 Komentar

CIANJUREKSPRES –Hipotermia merupakan suatu kondisi dimana sistem dalam tubuh untuk pengaturan suhu badan kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Kondisi ini kerang menyerang para pendaki yang tidak membawa perlengkapan lengkap, terkena guyuran hujan, kurang mengkonsumsi kalori atau lainnya.

Pada postingan sebelumnya mengenai hipotermia, sudah cukup dijelaskan langkah yang dilakukan ketika terkena hipotermia. Untuk artikel kali ini, penjelasan lanjutan dan alternatif langkah darurat untuk korban yang masih sadar dan sudah tidak sadarkan diri.

Untuk pertama, kita tahu harus gejala dan indikasi seseorang yang terkena hipotermina :

BACA JUGA ; Antisipasi treking pendakian gede pangrango di musim hujan

a. Hipotermia biasanya diawali dengan berupa kedinginan biasa, badan yang menggigil, gemetar menahan dingin, kadang hingga gigi saling beradu ketika tidak kuat menahan dingin.

Baca Juga:Antisipasi treking pendakian gede pangrango di musim hujanHero mobile legends yang di gunakan pemenang turnamen M4

b. Tubuh yang basah baik karena terkena hujan atau sisa keringat yang menempel pada baju, maka serangan hipotermia akan semakin cepat.

c. Bila ada angin yang bertiup kencang, pendaki biasanya akan cepat kehilangan panas tubuhnya. Jadi potensi terkena hipotermia akan meningkat ketika pendaki juga mengenakan pakaian basah.

d. Hipotermia menyerang secara perlahan, hal ini menyebabkan calon korban tidak menyadari bahwa akan terserang hipotermia.

e. Hipotermia menyerang saraf dan bergerak dengan pelan, oleh karena itu sang korban tidak merasa kalau dia menjadi korban hipotermia. Dari sejak korban tidak bisa nahan kedinginan sampai malah merasa kepanasan di tengah udara yang terasa membekukan, korban biasanya tidak sadar kalau dia telah terserang hipotermia.

f. Hipotermia bisa menyebabkan korban pingsan hingga berhalusinasi. Halusinasi bisa menyebabkan banyak hal-hal berbahaya yang menyebabkan keselamatan pendaki tersebut. Oleh karena itu, tindakan pencegahan adalah hal yang terbaik. Halusinasi bisa menyebabkan tindakan aneh, seperti berlari-lari, membuka pakaian karena kepanasan, bertingkah di luar kebiasaanya. Kawan seperjalanan wajib waspada memperhatikannya ketika hal-hal tersebut terjadi.

Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain :

BACA JUGA : Status Gunung Semeru Naik dari Siaga Menjadi Awas, Luncuran Awan Panas Guguran Sejauh 19 Kilometer

0 Komentar