Akui Lebih Aman, Puluhan Warga Korban Gempa di Cianjur Pilih Mengungsi di Kandang Kambing

CIANJUR, CIANJUR EKSPRES – Puluhan warga terdampak gempa di Kampung Warungbatu RT 01/RW 10 Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur, memilih mengungsi di kandang kambing.

Informasi yang dihimpun ada sekitar 70 orang yang mengungsi di kandang kambing.

Baca Juga: Relawan, Basarnas dan TNI/Polri Gelar Salat Jumat Disela Evakuasi Korban Longsor Cijedil Cugenang Cianjur

Seperti yang diutarakan Yayat (72), dirinya bersama keluarganya awalnya dievakuasi ke posko terdekat. Namun, tenda yang ada, tidak bisa menampung semua warga di lokasi tersebut.

Akhirnya, dia berinisiatif untuk membersihkan sebagian area kandang kambing, yang tepat di belakang rumahnya untuk dijadikan lokasi pengungsian.

“Yang pertama nyaman, yang kedua karena dekat dari rumah,” kata dia sambil menunjuk rumahnya, temboknya nampak ambruk.

Baca Juga: 11 Jenazah Dievakuasi dari Lokasi Longsor di Cijedil Cugenang Cianjur

Jaraknya hanya beberapa meter dari kandang kambing. Saat terjadi gempa susulan pada Rabu (23/11), beberapa atap sempat bergeser.

Soal bau, dia mengaku sudah biasa. Begitu juga pengungsi yang lain. Maklum, sebelum mengungsi pun, bau ternak sudah akrab dihidungnya.

Beruntung, kambing yang ada tinggal tersisa 3 ekor, baunya tidak terlalu menyengat seperti ketika semua kandang penuh.

“Ini kan habis Lebaran Haji, jadi pada habis terjual. Ini yang 3 ekor baru datang,” ujarnya pada Cianjur Ekspres, Jumat (25/11/2022).

Senada, Kaisan (12) mengatakan, dia bersama keluarganya lebih memilih tinggal sementara di kandang lantaran guncangan gempa bumi masih terus terjadi.

Baca Juga: Ratusan Jiwa Mengungsi di Kampung Pameungpeuk Desa Cijedil Cugenang, BIN RI Kirim Logistik

“Saya bersama orangtua saya tinggal dan mengungsi di kandang ini merasa aman jika terjadi gempa susulan,” kata Kaisan, Jumat (25/11/2022).

Warga lainnya Feri (30) mengatakan jumlah pengungsi saat ini terus bertambah. “Mungkin karena dirasa nyaman warga lebih memilih tinggal sementara di kandang,” ujarnya.

“Nyaman aja sih, sudah terbiasa, ini sudah mau masuk hari keempat tinggal di kandang ini,” sambung Feri.

Ketua RT 01, Adi Permana, mengatakan bahwa ia sudah membujuk warga untuk menempati tempat lain yang aman dan berupa lahan terbuka.

Namun bujukan Adi tak berhasil karena warga memilih kandang kambing sebagai tempat pengungsian karena dinilai lebih dekat ke rumah mereka.

“Pemilik kandang mengizinkan saja asal warga betah, sebelumnya saya sudah membujuk mereka agar tidak tinggal di kandang kambing,” kata Adi.

Sementara Ketua Karang Taruna Kampung Warungbatu, M Nur Alam berharap, proses penyaluran bantuan tak perlu tandatangan pihak-pihak tertentu.

Pasalnya, akibat penerapan sistem tersebut, dirinya sempat dilempar kesana kemari, hanya untuk meminta bantuan dari posko pemerintah.

“Padahal saya sudah bawa bukti foto korban, jumlahnya juga ada. Tapi dilempar-lempar, harus cap ini itu,” kata dia.(mg1/yis/hyt*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *