Perluas Jaringan Global, BNI ekspansi ke Negeri Kincir Angin

Perluas Jaringan Global, BNI ekspansi ke Negeri Kincir Angin
Dokumen
0 Komentar

Populasi Diaspora di Belanda ini merupakan potensi yang luar biasa bagi Indonesia, karena bisa menjadi sumber kekuatan untuk ekonomi Indonesia, antara lain dari besarnya dana remitansi yg dikirim ke Indonesia.

Kota Amsterdam sendiri memiliki daya tarik dan potensi bisnis yang sangat besar, ini yang menjadi latar belakang BNI menambah jaringan luar negeri di negara-negara potensial yang mana Amsterdam merupakan salah satu pusat ekonomi Eropa dan jalur perdagangan internasional.

Keberadaan BNI di luar negeri antara lain memberi layanan bagi Diaspora. Saat ini Diaspora dapat membuka rekening tabungan Diaspora atau Diaspora Saving tanpa perlu mendatangi cabang BNI, namun melalui platform Mobile Banking BNI.

Baca Juga:BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cianjur Salurkan Santunan Kematian Rp126 juta ke Ahli Waris Tiga Ketua RTMasyarakat Boleh Lepas Masker di Area Terbuka, Bupati Cianjur: Silahkan, Tapi….

BNI di luar negeri pun menyediakan layanan transaksi trade finance, bank guarantee dan lainnya. Bagi Diaspora yang ingin mengembangkan usaha, BNI juga menyediakan skema pembiayaan melalui Diaspora Lending.

Upaya ekspansi ini tidak terlepas dari kolaborasi dengan counterpart di luar negeri berbasis digital, fintech, e-commerce, platform transaksi seperti blokchain dan lain-lain. Kerjasama ini diharapkan bisa menjangkau lebih banyak lagi Diaspora dengan mudah, efisien dan cost effective.

“Ke depan, kami akan terus memperluas dan menambah jaringan di kawasan lain yang potensial. BNI menerapkan strategi capture the flow dalam menentukan lokasi cabang luar negeri. Kami mempertimbangkan volume transaksi perdagangan, besarnya investasi ke Indonesia, jumlah perusahaan Indonesia-related serta populasi diaspora Indonesia. Harapan kami, kehadiran jaringan internasional BNI dapat membantu pengusaha Indonesia yang akan memperluas bisnis ke luar negeri, sekaligus menjadi gerbang bagi pengusaha asing untuk masuk ke Indonesia”, ujar Royke.(rls/hyt)

0 Komentar