oleh

Imlek Di Tengah Pandemi, Ini Kata Pemerhati Kebudayaan Tionghoa

Cianjurekspres.net – Perayaan tahun baru Imlek (Sin Cia) ke-2537 akan di mulai dari 1-15 Februari 2022. Jadi puncak perayaan imlek atau di sebut dengan Cap Go Meh akan jatuh pada 15 Februari 2022.

Bagi masyarakat Indonesia keturunan Etnis Tionghoa, Tahun Baru Imlek merupakan perayaan penting bagi mereka.

Baca Juga: Beni Irawan Pimpin Apdesi Cianjur 2022-2027, Begini Pesan Wakil Bupati

Dijelaskan Pemerhati Kebudayaan Tionghoa NKRI Jawa Tengah, Ocdy Susanto, bahwa masyarakat Tionghoa sejak dulu terbiasa dengan berbagai upacara adat-istiadat.

Dari mulai seorang anak dilahirkan, dinikahkan, sampai dengan Kematian, semuanya telah diatur, bahkan sampai saat mengalami kecelakaan (Musibah).

Baca Juga: Kebun Raya Cibodas Rilis Koleksi Tanaman Handcrafted, Ini Harganya

Warga Tionghoa yang kehilangan salah satu anggota keluarganya maka mereka akan berkabung selama tiga tahun lamanya.

“Jadi tak mengherankan jika perayaan kegembiraan menyambut tahun baru imlek di lakukan sampai dengan 15 hari,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/1/2022).

Ocdy mengatakan, perayaan Imlek di tengah Pandemi Covid-19 varian baru Omicron dan dengan adanya kebijakan dari Pemerintah RI terkait himbauan agar tidak merayakan imlek secara besar-besaran. Dirinya tetap menyambut baik.

“Karena itu untuk kebaikan kita bersama, Imlek tetap boleh di rayakan bersama, namun secara sederhana dan mematuhi protokol kesehatan covid – 19, Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek kepada Sanak saudara bisa di lakukan lewat pesan SMS, Chat, Telepon, Video Call, Video Conference, atau aplikasi Zoom Meeting,” tegasnya.

Dirinya mengajak Kepada Seluruh WNI keturunan Tionghoa yang berada di wilayah Nusantara agar tetap mendukung upaya pemerintah memerangi penyebaran Wabah Pandemi Covid.

Pasalnya jika pandemi cepat teratasi maka perekonomian juga cepat pulih sehingga perlu kesadaran mulai dari masing-masing individu.

Ocdy mengungkapkan, walaupun kemungkinan besar akan ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari Pemerintah terkait upaya meminimalisir Penyebaran covid-19 Varian baru (Omicron) saat perayaan Imlek nanti, namun berbagai Vihara (Kelenteng) di Indonesia tetap berbenah menyambut hari raya tersebut.

Seperti contoh yaitu di salah satu Kelenteng Kota Tegal, Panditta Chen Lie Wei Mulai bersih-bersih Vihara bersama karyawan dengan melakukan pengecetan dan memasang pernak-pernik Imlek berupa Lampion agar berpenampilan Indah dan Bagus.

Ocdy mengatakan, Perayaan Tahun Baru Imlek tak lepas dari peran Sosok Almarhum Abdurahman Wahid atau yang akrab di Sapa Gus Dur. Melalui Keppres No. 6 tahun 2000, Gus Dur Berjuang mencabut Inpres Soeharto No. 1967.

“Menurut Gus Dur, Warga Etnis Tionghoa memiliki hak yang sama sebagai Warga Negara, Persis, Suku Etnis Lain. Tahun 2000, Gus Dur menetapkan bahwa Perayaan Imlek Merupakan Hari Libur Nasional. Pada Tahun 2003 Kebijakan itu di lanjutkan Presiden Megawati, menetapkan Imlek sebagai Hari Libur nasional,” tandas Ocdy.(rls/hyt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.