oleh

Longsor Terjang Cianjur Ratusan Kali Sepanjang 2021

Cianjurekspres.net – Bencana longsor menerjang Kabupaten Cianjur sebanyak ratusan kali sepanjang tahun 2021. Total terdapat 147 kejadian bencana berdasarkan catatan BPBD Cianjur.

Secara keseluruhan, sepanjang 2021 terdapat 218 bencana. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2020 sebanyak 170 kejadian bencana.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Rudi Wibowo, mengungkapkan, tanah longsor dan pergerakan tanah mendominasi bencana sepanjang tahun 2021 dengan jumlah 147 kejadian. Disusul banjir bandang 40 kejadian. Lalu, angin puting beliung 28 kejadian, dua kejadian gempa bumi serta abrasi 2 kejadian.

“Kemarin banyak kejadian itu diantaranya Cianjur tengah, yang paling banyak itu Campaka, Campakamulya, Sukanagara, Pagelaran, dan Takokak, itu yang sering terjadi pergeseran tanah,” ungkap Rudi kepada Cianjur Ekspres, Senin (3/1).

Baca Juga: Disorot Dewan, Program Kampung Caang Disebut Tak Masuk Logika, Ini Alasannya

Adapun rincian kerusakan rumah warga akibat bencana untuk rusak berat sebanyak 34 unit, rusak sedang 61 unit, rusak ringan 78 unit dan terendam 281 unit. Sedangkan untuk korban meninggal dunia tidak ada, luka berat tiga orang dan luka ringan 21 orang.

Langkah antisipasinya, ungkap Rudi, pihaknya sudah membuat surat edaran kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi dari Bupati.

Baca Juga: Ratusan Ribu Anak SD di Cianjur Bakal Divaksinasi Covid-19

“Itu untuk semua, tidak hanya BPBD. Unsur OPD dari mulai Forkopimda, Forkopimcam, sampai dengan ke tingkat desa itu harus siap siaga. Kami imbau kepada masyarakat, cuaca ekstrem ini belum berakhir, kita perkirakan menurut BMKG itu di bulan Mei akhirnya,” katanya.

“Mudah-mudahan mulai landai atau menurun. Kewaspadaan kami untuk masyarakat dalam menghadapi hujan yang memang istilahnya, pagi cerah pas siang hujan disertai angin. Imbauan kami bagi masyarakat, terutama yang di perjalanan kalau memang sudah terjadi hujan dan angin, mohonlah berhenti di titik titik-titik yang aman,” imbau Rudi,

Baca Juga: Bansos Pusat Banyak yang Belum Tepat Sasaran

Khusus bagi masyarakat yang tinggal di rumah, lanjut Rudi, terutama di lereng-lereng yang banyak pepohonan dan rawan tumbang harus waspada dan mengungsi ke tempat aman.

“Jangan sampai pas kejadian kita tinggal di rumah, yang dikhawatirkan rumah kurang kuat, pohonnya besar bisa tumbang ke rumah, risikonya seperti itu,” tandasnya.(dik/hyt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.