oleh

Tingkat Pemakaian Vaksin Jabar 80 Persen

Cianjurekspres.net – Tingkat pemakaian vaksin di Jawa Barat sudah 80 persen dari jumlah yang dikirim pemerintah pusat dalam beberapa gelombang. Pemerintah Provinsi Jabar menargetkan 37 juta dari 50 juta penduduk selesai vaksin hingga akhir tahun.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja mengklaim, Jabar sudah tidak banyak menyisakan stok vaksin di gudang penyimpanan.

Tercatat, pengiriman (dropping) terakhir dari pemerintah pusat ke Jabar adalah sembilan juta dosis dan telah didistribusikan dan disuntikkan 80 persen.

“Vaksin ini kan didistribusikan dari pemerintah pusat, jadi kalau kita melihat dropping terakhir sembilan juta dosis dengan capaiannya (tingkat pemakaian) 80 persenan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/7/2021).

Ia menyebut, bahwa Jawa Barat menargetkan selesai hingga di akhir tahun 2021.

Setiawan mengapresiasi upaya semua stakeholders dalam menggelar vaksinasi massal di berbagaia daerah. Seperti yang konsisten berjalan TNI/Polri lewat Serbuan Vaksin yang bisa 160.000 per hari, termasuk yang dilakukan Hotel Crowne Plaza, Kota Bandung, kepada para pelaku usaha pariwisata.

“Seperti ini dari pariwisata untuk mempercepat herd immunity, karena target Jabar 37 juta orang yang harus diberikan vaksinasi, sangat banyak,” katanya.

Menurutnya, upaya kolaboratif menjadi sangat penting bila mengandalkan pemerintah saja maka target kekebalan kelompok akan sulit tercapai. Dengan vaksinasi imunitas kelompok makin baik yang otomatis ekonomi pun bergerak secara bertahap. Pariwisata sejak dulu jadi andalan Jawa Barat mendatangkan pendapatan asli daerah.

Tidak kalah penting, kata dia, masyarakat harus makin disiplin menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas.

Di satu sisi, pemerintah pun terus berupaya menguatkan pengetesan dan pelacakan sebanyak dan sesegera mungkin. Supaya ketika ketahuan ada yang positif segera isolasi mandiri baik di rumah, pusat isolasi desa/kelurahan, atau dirawat di rumah sakit.

“Sejalan itu adalah vaksinasi karena masyarakat harus diberi imun yang tinggi, walaupun positif tapi tidak jauh lebih fatal dari pada yang belum divaksinasi,” tutupnya.(rls/nik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *