oleh

8 Bulan Insentif Nakes Covid-19 Belum Cair, Ketua DPRD: Kita akan Panggil Dinkes dan RSUD Cianjur

Cianjurekspres.net – Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Kabupaten Cianjur, mengeluh lantaran sudah 8 bulan belum juga menerima insentif dan jasa penanganan pasien Covid-19.

“Terakhir kita dapat insentif itu Agustus 2020 yang dibayarkan pada bulan September. Untuk September sampai April 2021 belum dibayar sama sekali. Berarti sudah 8 bulan,” ujar Dadang (bukan nama sebenarnya) salah seorang perawat di RSUD Sayang Cianjur, Kamis (22/4).

Menurutnya saat ini para Nakes di RSUD Cianjur hanya mengandalkan gaji pokok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Yang sudah dibayar gaji. Untuk insentif belum,” ungkap dia.

Dengan hanya mengandalkan gaji pokok, tidak sedikit dari mereka merasa gelisah dan harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan pada momentum lebaran. Dia mengungkapkan, hingga sekarang para Nakes belum mendapatkan kejelasan serta kepastian kapan insentif tersebut akan dibayarkan.

“Kalau semua yang 8 bulan full dibayar, satu perawat bisa dapat kurang lebih Rp20 juta. Tapi sampai sekarang masih belum ada kejelasan,” katanya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzy, mengaku, terkait insentif untuk bulan September hingga Desember 2020 akan dibayar pada Ramadan ini.

“Memang ada penundaan, tapi yang 2020 sudah siap bayar. InsyaAllah bulan ini dibayar,” kata dia.

Namun, lanjut Irvan, untuk insentif bulan Januari hingga April 2021, masih tertunda lantaran harus dilakukan proses input data.

“Jadi kendalanya di input data dan ketersediaan anggaran dari pusat. Karena ini kan dari pusat, daerah hanya menyalurkan. Tapi kami upayakan yang 2021 juga segera bisa dibayarkan,” jelasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ganjar Ramadhan mendesak agar insentif nakes segera dibayarkan. Bahkan pihaknya berencana memanggil Dinas Kesehatan dan RSUD Sayang Cianjur untuk menanyakan perihal tersebut.

“Kalau alasan keterlambatannya memang pada administrasi penginputan data, harusnya tambah (tenaga) administrasinya biar tidak terlambat,” ujarnya, Jumat (23/4/2021).

Menurut dia, jangan sampai anggaran yang sudah diberikan dari Kementerian ke Pemerintah Daerah itu malah tidak direalisasikan.

“Kita akan panggil pihak Dinkes dan RSUD Cianjur. Jangan sampai anggaran yang dibutuhkan oleh para Nakes tidak diberikan. Dari DPRD sudah disetujui, anggaran turun, namun oleh mereka malah tidak direalisasikan,” tandas Ganjar.

Tidak hanya itu, Ganjar juga meminta Komisi D DPRD Cianjur untuk ikut menanyakan alasan keterlambatan insentif tersebut kepada Dinkes dan RSUD Cianjur.

“Saya juga minta kepada Komisi D untuk mengonfirmasi kepada Dinkes dan RSUD Cianjur, dan menanyakan solusinya seperti apa,” pungkasnya.(mg1/hyt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *