oleh

Pemkab Cianjur Tertibkan 105 PKL Dekat Rel Kereta

Cianjurekspres.net – Pedagang Kaki Lima (PKL) di samping rel kereta api sekitar Pasar Ciranjang kembali ditertibkan  Pemkab Cianjur dan PT KAI Daop 2 Bandung. Tercatat, ada 105 PKL yang ditertibkan.

Penertiban yang melibatkan Polisi khusus Kereta api (Polsuska) Daop 2 Bandung, Satpol PP Cianjur, Dishub Cianjur, Polsek Ciranjang, Koramil dan Kasi Trantib Kecamatan Ciranjang itu dilakukan lantaran lokasi lapak mereka yang terlalu dekat dengan rel kereta api sehingga dapat membahayakan para pedagang.

“Saya sengaja perintahkan Satpol PP untuk menertibkan para PKL yang berjualan di dekat rel kereta demi keselamatan mereka,” ujar Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, Minggu (11/4/2021).

Menurut Herman selain demi keselamatan mereka, penertiban dilakukan agar tidak ada kecemburuan sosial antar pedagang.

Dia mengungkapkan, tercatat ada 105 PKL yang berhasil mereka tertibkan. “Ada 105 pedagang, 75 kita tertibkan sedangkan 30 mereka bo gkar sendiri secara sadar,” kata dia.

“Kita kan sudah sediakan lapak baru di dalam, tapi sebagian masih tetap berjualan di dekat rel sehingga yang jualan di dalam sepi pembeli,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Statsiun Kereta Api Ciranjang, Alam menjelaskan, sebelumnya pihak PT KAI juga sudah beberapa kali memberikan surat peringatan kepada para PKL agar pindah dari tempat tersebut, karena dikhawatirkan terserempet kereta yang melintas.

“Dengan itu mereka juga menghambat lajunya kereta api karena masinis tidak bisa melihat signal adanya kedatangan kereta akibat terhalang para PKL,” jelasnya.

Disisi lain, salah seorang PKL, Usep Solihin (57), mengaku, dirinya terpaksa berjualan di samping rel tersebut karena lapak yang sudah disediakan pemerintah dinilai sepi pembeli.

“Saya terpaksa jualan sayuran di pinggir jalan kereta api, karena jualan di dalam pasar sepi pembeli, maka ikut ikutan dengan para pedagang lainnya,” ujarnya.

Namun setelah adanya surat peringatan dari PT KAI, Usep mengaku langsung membongkar lapaknya secara sadar dan pindah ke tempat yang sudah di sediakan pemerintah.

“Setelah ada surat peringatan saya langsung bongkar,” pungkasnya.(mg1/nik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *