Ada 5 Kunci Pemulihan Ekonomi

Ada 5 Kunci Pemulihan Ekonomi
0 Komentar

Cianjurekspres.net – Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) bersama melalui sinergi pentahelix dengan pemerintah daerah, lembaga (otoritas), masyarakat, pelaku usaha, media massa dan akademisi memiliki lima kunci untuk pemulihan ekonomi.

Kepala Bank Indonesia Jawa Barat, Herawanto menyebut, yang pertama adalah membangun positive mindset dan optimisme, menjaga ekspektasi dan keyakinan pelaku ekonomi serta masyarakat terhadap proses akselerasi pemulihan ekonomi.

“Kita juga harus terus memiliki sikap optimisme akan adanya akhir dari yang sedang kita lami saat ini (pandemi) akan segera berakhir, meskipun sudah menunjukan perbaikan-perbaikan melalui beberapa momentum adanya pemulihan ekonomi,” ujar Herawanto kepada wartawan, di lokasi, Kamis (25/2/2021).

Baca Juga:Sekolah BaruBPBD Cianjur Turunkan Tim ke Lokasi Pergerakan Tanah di Batulawang Cipanas

Ia juga menyebut, jika melihat dari kuartal 1 tahun 2021 beberapa indikator terus membaik. Purwakarta salah satunya, mulai menggerakan industri pengolahan.

Kedua, perlu adanya keberimbangan pasar melalui berbagai upaya menjaga kelancaran mekanisme pertemuan demand , yang ditopang oleh daya beli masyarakat, dengan sisi supply.

Kunci ketiga upaya memperkuat sisi supply dengan mendorong dan membuka kinerja berbagai sektor ekonomi, khususnya sektor ekonomi utama Jawa Barat, menghidupkan pariwisata secara terukur, menjaga kelancaran investasi dan membangkitkan UMKM.

Keempat, mendorong sisi demand (daya beli masyarakat) melalui:

  1. Pelaksanaan kunci ketiga di atas yang akan memberikan aliran pendapatan bagi kelompok pengusaha, manajemen dan pekerja.
  2. Stimulus fiskal antara lain melalui optimalisasi penyaluran bansos, program keluarga harapan dan stimulus lainnya.

“Terakhir, kunci kelima, perlu upaya percepatan digitalisasi ekonomi untuk industri besar, menengah dan kecil, termasuk UMKM,” tuturnya.

Sejalan dengan rekomendasi kelima, digitalisasi ekonomi, yang juga merupakan komitmen Bank Indonesia Jawa Barat untuk terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran dalam berbagai kegiatan transaksi di masyarakat dengan menggunakan Quick Response Indonesian Standard (QRIS).(nik)

0 Komentar