Pengamat Politik: Waktunya Melakukan Rekonsiliasi

Pengamat Politik: Waktunya Melakukan Rekonsiliasi
Pengamat Politik Dedi Mulyadi.(foto/ist)
0 Komentar

Cianjurekspres.net – Pengamat Politik, Dedi Mulyadi menegaskan sudah waktunya seluruh peserta Pilkada Cianjur 2020 melakukan rekonsiliasi politik sambil menunggu penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur terpilih.

Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi KPU Kabupaten Cianjur  di Hotel Yasmin pada 15 Desember 2020 lalu, pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 3, Herman Suherman-Tb Mulyana Syahrudin meraih suara terbanyak dengan jumlah 600.394 suara.

Disusul Paslon nomor urut 4, Lepi Ali Firmansyah-Gilar Budi Raharja dengan raihan 328.610 suara. Kemudian Paslon nomor urut 2, Oting Zaenal Mutaqin-Wawan Setiawan 87.426 suara dan Paslon nomor urut 1,  Muhammad Toha-Ade Sobari 37.423 suara.

Baca Juga:Polres Cianjur Musnahkan Ribuan Botol Miras dan NarkobaPolres Cianjur Tindak Tegas Kerumunan di Malam Tahun Baru 2021

“Kalau rekapitulasi sudah selesai ada ruang komplain ke Mahkamah Konstitusi (MK) kalau dimanfaatkan. Kalau tidak, berarti tinggal menunggu penetapan kemudian pelantikan. Jadi tahapannya paling tinggal dua kali lagi,” ujar Pengamat Politik, Dedi Mulyadi kepada cianjurekspres.net, Rabu (23/12/2020).

Menurutnya, jika sudah ada rapat pleno rekapitulasi berarti paslon nomor urut 3 yang mendapatkan suara terbanyak dan artinya mendapatkan mandat dari masyarakat Cianjur untuk melaksanakan pemerintahan dalam lima tahun ke depan.

“Sudah waktunya sekarang kita melakukan rekonsiliasi mengawal pemerintahan yang akan dilaksanakan oleh nomor urut 3. Mengawal membantu dan melaksanakan agar visi misi dan tujuan yang sudah digariskan oleh nomor urut tiga agar  bisa dilaksanakan dengan baik,” imbuh Dedi.

Namun Dedi melihat, upaya rekonsiliasi sebenarnya sudah dilakukan oleh para paslon dengan cara memberikan ucapan selamat kepada peraih suara terbanyak.

“Ini saya kira penting, karena rekonsiliasi itu dari atas dulu. Kalau calonnya sudah mengucapkan selamat kepada peraih suara terbanyak, maka yang lainnya masyarakatnya akan mengikuti,” ucapnya.

Dirinya menilai upaya rekonsiliasi yang dilakukan para calon merupakan konteks penting dalam keberhasilan Pilkada Cianjur. Hal tersebut menunjukkan bukan hanya masyarakat yang sudah dewasa, tetapi calonnya juga dalam menyikapi hasil Pilkada.

” Karena memang hasil Pilkada itu bukan sesuatu yang hidup mati, tetapi Pilkada ini sebuah proses yang pada akhirnya berbicara tentang trust (kepercayaan) masyarakat. Itu saya kira menjadi catatan penting dalam konteks rekonsiliasi,” tandas Dedi.

0 Komentar