Pemprov Jabar Bagikan Alat Pelindung Tenaga Medis

Pemprov Jabar Bagikan Alat Pelindung Tenaga Medis
ilustrasi
0 Komentar

Cianjurekspres.net, Sebanyak seribu Alat Pelindung Diri (APD) diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk tenaga medis di 34 rumah sakit rujukan pasien Covid-19 (Novel Coronavirus) di Jawa Barat.
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil kepada lima direktur rumah sakit utama rujukan Covid-19 ring 1 yaitu RS Hasan Sadikin Bandung, RS Paru Dr. H.A. Rotinsulu Bandung, RS Dustira Cimahi, RS Sartika Asih Bandung, dan RSAU Dr M Salamun Bandung di Gedung Pakuan, Kota Bandung.
APD yang merupakan CSR Jasa Sarana Group itu terdiri dari 900 coverall disposable, 396 nurse cap, 390 box sarung tangan rumah sakit, 397 pasang covershoes, 300 lusin sarung tangan kain, 390 safety glass, dan 108 unit cooler box 16 liter.
“Kami mengirimkan APD ke 34 rumah sakit secara merata, tapi simbolis ke lima rumah sakit rujukan utama. Untuk tahap pertama 1000-an APD,” ucap Emil, sapaan akrabanya.
Emil memastikan, pihaknya terus berupaya menambah jumlah APD dan kini sedang dalam proses pembelian peralatan untuk rumah sakit lainnya, termasuk membeli peralatan untuk proactive test yakni pengambilan swab sampling Polymerase Chain Reaction (PCR) berupa lendir di hidung dan tenggorokan.
Berikutnya, alokasi pembagian APD berlanjut ke rumah sakit ring 2. Jika ring 1 adalah rumah sakit yang menangani secara intensif pasien positif Covid-19, Emil berujar ring 2 adalah rumah sakit yang menangani Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau belum terdapat pasien positif virus asal Wuhan itu.
“Jadi dibagi secara proporsional,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para direktur rumah sakit di Jawa Barat untuk terus memberikan perhatian ekstra kepada tenaga medis sebagai garda terdepan dalam proses perawatan pasien Covid-19.
Adapun penyerahan APD sebagai bentuk tindak lanjut dari rapat terbatas Presiden RI, Joko Widodo perihal pelaksanaan rapid test dan penyediaan APD untuk tenaga medis.
Salah satu arahan penting dari pemerintah pusat yaitu pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan penguatan fasilitas kesehatan di daerahnya.
Menurut Direktur Utama PT Jasa Sarana, Hanif Mantiq, program CSR merupakan bentuk komitmen dalam mendukung pemenuhan kebutuhan Pemprov Jabar dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi Jabar.

0 Komentar