Angka Kekerasan Seksual Menurun

Angka Kekerasan Seksual Menurun
PERDAGANGAN MANUSIA: Bupati Cianjur H Irvan Rivano Muchtar beserta P2TP2A Cianjur menerima kunjungan kerja Yayasan Mentari Amerika Serikat di Pendopo Cianjur, beberapa waktu lalu. Kunjungan kerja yayasan pimpinan Sandra Worowuntu ini untuk melihat secara langsung kondisi maupun penanganan trafficking dan kekerasan seksual di Kabupaten Cianjur. (DOK/CIANJUR EKSPRES)
0 Komentar

 
CIANJUR, cianjurekspres.net – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur mencatat, jumlah laporan kasus kekerasan seksual yang masuk di 2018 terus menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan hingga September, tercatat hanya terjadi 28 kasus.
Berdasarkan data dari P2TP2A Kabupaten Cianjur, kasus yang paling banyak terjadi pada April dengan 6 kasus, terdiri dari 3 kasus persetubuhan dan 3 kasus pencabulan/sodomi. Korban dari kasus pada April tersebut, seluruhnya merupakan anak di bawah umur.
Secara keseluruhan, selama periode Januari hingga September, korban anak untuk kekerasan seksual sebanyak 24 orang, dan 4 orang lainnya merupakan dewasa.
Sementara itu, berdasarkan dari kewilayahan, Kecamatan Cianjur yang paling banyak laporan dengan 7 kasus, kemudian pada posisi kedua Kecamatan Cilaku dengan empat kasus. Dengan masing-masing kasus terkait persetubuhan dan pencabulan/sodomi.
“Memang kasus persetubuhan dan pencabulan ini masih paling banyak, dibandingkan trafficking dan kekerasan dalam rumah tangga,” ujar Kepala Bidan Advokasi dan Penanganan Perkara P2TP2A Kabupaten Cianjur, Lidya Umar.
Dia menyebutkan, untuk tahun ini jumlah kasus jauh menurun dibandingkan 2017, dimana angkanya hanya mencapai 31 kasus trafficking, 30 kasus persetubuhan, 2 kasus pencabulan, namun untuk kasus sodomi hanya ada 2 kasus. “Di tahun ini hanya setengahnya, yakni 28 kasus. Intinya sosialisasi pencegahan yang kita lakukan cukup efektif,” ucapnya.
Menurutnya, penurunan tersebut bukan dikarenakan kembalinya fenomena gunung es, melainkan tingkat kasusnya yang memang menurun. Apalagi, pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi terkait antisipasi kekerasan seksual terhadap anak.
“Kami harap ke depan terus berkurang, kasus kekerasan seksual terhadap anak, trafficking, dan kekerasan dalam rumah tangga. Sosialisasi ke sekolah, lingkungan masyarakat juga akan terus dilakukan,” pungkasnya.(bay/yhi)

0 Komentar