Terminal Ciranjang Terbengkalai

Terminal Ciranjang Terbengkalai
TERMINAL TERBENGKALAI: Kondisi Terminal Ciranjang terbengkalai dengan kondisi yang memprihatinkan. Bahkan beberapa kantor pengelolaan terminal sudah rusak. (IKBAL SELAMET/CIANJUR EKSPRES)
0 Komentar

 
CIANJUR, cianjurekspres.net – Kondisi Terminal Ciranjang mulai terbengkalai dengan kondisi yang memprihatinkan. Bahkan beberapa bagiannya sudah rusak sebelum sempat dipakai untuk aktivitas terminal bagi ratusan angkutan umum (Angkum) yang menampung beberapa trayek di wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan Cianjur Ekspres, hampir seluruh bagian dinding bangunan terminal sudah menjadi sasaran oleh pelaku vandalisme. Coretan dengan berbagai warna dari cat semprot pun sudah terlihat sejak pintu masuk. Selain itu, seluruh kaca bangunan sudah dipecahkan, tidak ada satupun kaca yang dalam kondisi utuh.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Rahmat Hartono, mengaku jika terminal tersebut belum sempat dirawat lantaran belum akan digunakan dalam waktu dekat, meskipun pembangunannya sudah tuntas sejak akhir tahun.
“Sekarang diperbaiki pun pasti akan dirusak lagi selama terminal tersebut belum difungsikan. Makanya kami menunggu dulu kepastian akan difungsikan kapan, baru dibenahi lagi,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (15/8).
Menurutnya, pengaktifan terminal baru dilakukan setelah akses masuk dari terminal ke lokasi Pasar Ciranjang yang baru sudah dibangun. Selain itu, pasarnya sendiri pun mesti difungsikan dan para pedagang sudah dipindahkan. Secara otomatis, terminal akan berjalan sebagaimana fungsinya dan terawat lagi.
“Rencananya di akhir tahun ini jalan menuju lokasi pasar akan dibangun, dan sebagian pedagang akan dipindahkan ke lokasi yang baru. Kalau tidak begitu, nantinya tidak berfungsi. Angkum akan tetap ngetem dimana saja, karena tidak ada penumpang yang naik di terminal,” tuturnya.
Rencananya, lanjut dia, ada ratusan angkum dari tujuh trayek di Ciranjang yang masuk ke terminal. Dia memastikan lahan yang ada cukup untuk menampung seluruh angkum. “Cukup, kan tidak semua diam di terminal. Angkum pasti keluar masuk,” kata dia.
Hingga waktu pengaktifan terminal, lanjut Rahmat, saat angkum masih menaik dan menurunkan penumpang dimana saja. Dia mengakui jika hal itu membuat arus lalulintas di Jalan Raya Bandung, dan depan Pasar Ciranjang menjadi sangat padat.
Namun, untuk meminimalisir kemacetan, pihaknya sudah melakukan beberapa rekayasa lalulintas dan menempatkan petugas di titik kemacetan. “Memang tidak bisa menghilangkan, tapi rekayasa lalin yang sekarang setidaknya bisa meminimalisir kemacetan. Kedepan kalau sudah berfungsi (terminal, red) akan sangat kecil kemungkinan terjadinya kemacetan,” pungkasnya. (bay/yhi)

0 Komentar