Ratusan Siswa SMP/SMA Terbuka Ikuti Lomojari

Ratusan Siswa SMP/SMA Terbuka Ikuti Lomojari
SEKOLAH TERBUKA: Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Disdikbud Provinsi Jawa Barat, Dadang, melihat salah satu stand peserta Lomba Motivasi Belajar Mandiri (Lomojari) yang digelar di salah satu hotel di Kawasan Cipanas, Cianjur, Sabtu (3/8). (AYI SOPIANDI/CIANJUR EKSPRES)
0 Komentar

 
CIANJUR, cianjurekspres.net – Ratusan siswa SMP dan SMA Terbuka dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, mengikuti Lomba Motivasi Belajar Mandiri (Lomojari) di salah satu hotel di Kawasan Cipanas, Sabtu (3/8). Lomba yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Barat, terdiri dari lomba keterampilan dan cerdas cermat.
Para peserta lomba ini berasal dari 20 kabupaten/kota se-Jawa Barat, diantaranya SMPN terbuka Kutawaluya Kabupaten Karawang, SMP terbuka I Plered Kabupaten Cirebon, SMP terbuka Malangbong Garut, SMP terbuka Kabupaten Bogor, SMP terbuka Kiara Pedes Kabupaten Purwakarta, dan SMP terbuka Kota Depok dan Kabupaten Cianjur.
Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Disdikbud Provinsi Jawa Barat, Dadang mengatakan, kegiatan Lomojari ini digelar sebagai bentuk motivasi bagi peserta didik SMP terbuka. Acara ini adalah program pelayanan khusus untuk anak-anak siswa sekolah jauh yang sulit mendapatkan akses pendidikan serta siswa yang terkendala karena masalah ekonomi.
“Sekolah ini adalah sekolah formal yang digagas oleh pemerintah, meski tidak mempunyai ruangan namun tetap menginduk kepada sekolah formal,” kata Dadang kepada Cianjur Ekspres, kemarin (3/8).
Dadang menyatakan, tak hanya siswa SMP terbuka, kegiatan ini juga diikuti oleh siswa dari 12 SMA terbuka dari berbagai kabupaten/kota yang datang untuk mengikuti kegiatan Lomojari. Acara yang digelar diantaranya cerdas cermat untuk akademisnya, keterampilan anak, dan kewirausahaan.
“Saya harap dengan diadakannya Lomojari ini masyarakat lebih mengetahui bahwa ada program pemerintah bagi anak-anak yang sulit diakses untuk mendapatkan pendidikan khususnya SMP dan SMA,” terang Dadang.
Sementara itu, pendamping SMP terbuka 40 Bandung, Feni, 28, mengungkapkan, pihaknya sangat mengapreasi apa yang telah dilakukan oleh anak didiknya dengan membuat berbagai produk makanan khas Bandung dengan bahan dasar oncom. Menurutnya, banyak model dan jenis makanan dari olahan oncom seperti abon oncom, kriuk oncom, serta Pizza oncom dengan campuran daging sapi.
“Persiapannya hanya dua bulan saja dan anak-anak sudah menguasai cara membuat makanan khas Bandung yang terbuat dari oncom dan abon oncom, saya berharap sekali dapat penghargaan dari Disdikbud Jabar, karena selain akan menjadikan anak semangat juga akan menjadi momen yang tak terlupakan,” pungkasnya. (mg2/yhi)

0 Komentar