Ratusan Petani Ikan Cirata Ngamuk

Ratusan Petani Ikan Cirata Ngamuk
UNJUK RASA: Ratusan petani ikan KJA Maleber mendatangi kantor UPTD Perikanan karena tidak terima kolamnya dieksekusi. (AYI SOPIANDI/CIANJUR EKSPRES)
0 Komentar

 
CIANJUR, cianjurekspres.net – Seratusan lebih petani ikan kolam jaring apung (KJA) di Kampung Maleber Desa Gudang Kecamatan Cikalongkulon, ontrog Kantor UPTD Perikanan, Kamis (19/7). Mereka tidak terima KJA-nya dieksekusi oleh Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC) melalui pihak ketiga.
Emus, 30, petani ikan KJA Maleber asal Desa Kamurang mengaku tidak terima KJA-nya jadi sasaran dan dieksekusi. Sebab, kolamnya hanya empat petak saja atau satu unit.”Saya asli warga Maleber, dan dulu orangtua saya punya rumah di sekitaran Maleber yang sekarang terendam. Yang jadi pertanyaan, saya asli sini tapi kenapa kolam saya yang cuma empat petak tetap digusur,” kata dia kepada Cianjur Ekspres.
Bukan itu saja, tegas dia, tidak adanya toleransi dari para petugas saat akan melakukan eksekusi menyebabkan kemarahan warga. “Kolam saya yang empat petak itu semuanya ada ikannya, tapi tetap saja yang satu setengah petaknya dieksekusi, terus ditarik ke pinggir,” kata dia.
Emus mengatakan, setelah itu petugas langsung menyuruhnya untuk membayar ongkos eksekusi sebesar Rp 2 juta lebih dalam sekali setiap eksekusi. “Setelah dieksekusi, saya diharuskan membayar Rp 2 jutaan lebih, karena saya tidak punya uang terpaksa sisa potongan kolam itu saya jual saja,” ujarnya.
H Jajang yang juga pemilik kolam di genangan Maleber mengatakan, kedatangan pihaknya bersama ratusan petani ikan KJA ini ingin ada kejelasan dari pemerintah khususnya Dinas Perikanan. “Kami mau minta kejelasan, sebenarnya harus sepeti apa? Katanya kalau pemiliknya warga sekitaran tidak akan di eksekusi, tapi pada kenyataannya beda,” katanya.
Akibat dari kejadian tadi, lanjut Jajang, ada 3 perahu yang dibakar oleh pemiliknya sendiri dikarenakan kesal sama petugas. “Saking kesalnya, ada petani ikan kolam jaring apung membakar perahunya sendiri,” katanya.
Dia berharap sekali kekesalan dari para petani ikan KJA ini bisa menjadi perhatian dari pemerintah, dan bisa memberikan solusi yang terbaik bagi para petani. “Saya harapkan dengan adanya kejadian seperti ini akan menjadi perhatian khusus dari pemerintah terhadap para petani ikan kolam jaring apung ini,” katanya. (mg2/red)

0 Komentar