Puluhan Buruh Migran Buka Usaha Jamur

Puluhan Buruh Migran Buka Usaha Jamur
PRODUKSI JAMUR: Kelompok usaha jamur tiram BMI di Desa Cikondang, Bojongpicung, saat melakukan produksi jamur hasil panen. (ISTIMEWA)
0 Komentar

 
CIANJUR, cianjurekspres.net – Kelompok usaha budidaya jamur tiram yang dikelola para mantan buruh migran indonesia (BMI) di Kampung Sukamaju RT 04/RW03, Desa Cikondang, Kecamatan Bojongpicung, mengalami kendala dalam memasarkan hasil produksi.
Padahal, kelompok usaha jamur tiram tersebut sempat menjadi studi banding dari organisasi buruh wanita Hongkong 2017 silam, bahkan sudah dikunjungi badan peniliti dari Swiss yang tergabung dalam International Organitazion For Migration (IOM).
“Padahal budidaya jamur tiram ini sudah berjalan hampir 3 tahun, hingga saat ini masih dikelola para mantan buruh migran Indonesia wanita,” kata ketua kelompok usaha jamur, Aidah Susilawati, Minggu (24/6).
Aidah mengatakan, awal berdirinya kelompok jamur tiram yang sekarang diberi nama Annahil itu, berdasarkan permintaan dari serikat buruh migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Cianjur, dengan merekrut korban trafficking BMI pada 2016 lalu. Yang selanjutnya diberikan pembinaan tentang kewirausahaan dibidang pertanian dengan jumlah kelompok sebanyak 10 orang. “Setelah mendapatkan ilmu pembinaan kewirausahaan dari IOM Swiss kita langsung diberikan modal utuk menjalankan usaha tani jamur tiram,” ujarnya.
Menurutnya, kelompok usaha jamur Annahil ini secara tidak sengaja membudidayakan jamur tiram. Namun setelah mulai berkembang, kelompok kami juga memberikan pembinaan terhadap para mantan buruh migran di tingkat desa bahkan tingkat kecamatan.
“Alhamdulillah sekarang sudah bertambah menjadi 3 kelompok budidaya jamur tiram se-Kecamatan Bojongpicung, yakni Desa Cibodas, Desa Bojongpicung dan Desa Cikondang,” terangnya.
Ia menyatakan, jika saat ini usaha jamur tiram yang dikembangkan kelompoknya ini cukup mendapat kesulitan dalam hal pemasaran. Jadi diharapkan peran p[emerintah daerah melalui dinas terkait bisa membantu mereka dalam pengembangan usahanya itu.
“Kalu capaiannya kami ingin para mantan buruh migran Cianjur bisa terkordinir untuk bisa sama-sama mendirikan kelompok usaha budidaya, hal itu dilakukan agar para mantan buruh migran tidak harus lagi berangkat ke luar negeri. Jadi kita juga perlu bantuan dari pemerintah daerah untuk kemajuan bersama,” ungkapnya. (mg2/yhi)

0 Komentar