Pascabencana Pergeseran Tanah, Warga Desa Waringinsari Takokak Cianjur Alami Krisis Air

Kerja Bakti
Tampak Warga di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur kerja bakti memperbaiki saluran air yang rusak pascabencana pergeseran tanah.(istimewa)
0 Komentar

CIANJUR,CIANJUR.JABAREKSPRES.COM – Warga di sejumlah kampung di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, mengalami krisis air pascabencana alam pergeseran tanah yang terjadi beberapa waktu lalu.

Hal ini diakibatkan titik saluran air mengalami kerusakan karena terbawa longsor. Pasalnya warga membutuhkan air untuk mengaliri sawah dan untuk kebutuhan sehari-hari.

Asep Mustopa (28) salah seorang warga, mengungkapkan, bahwa saat ini sawahnya mulai mengalami kekeringan. Padahal sawah miliknya sedang dalam masa pemeliharaan padi yang baru tanam beberapa pekan lalu.

Baca Juga:Alun-alun Cianjur Bakal Direnovasi, Ada Payung Besar Seperti di Halaman Masjid NabawiDirektur Legal and Human Capital PLN Tinjau SPKLU Jabarano dan One Stop Charging Surapati Bandung

“Bukan hanya di kampung saya aja yang menjerit membutuhkan air, di kampung lain di Desa Waringinsari, juga sama. Apalagi air tersebut bukan hanya digunakan untuk mengairi sawah, tapi juga kebutuhan rumah tangga seperti mandi, mencuci dan sebagainya,” katanya kepada Cianjur Ekspres, Rabu 1 Januari 2025.

Terpisah, Kepala Desa Waringinsari, Nadir Muharam Abdurahman, mengungkapkan, terkait keluhan warga pasca bencana, memang saat ini warga menjerit membutuhkan air.

“Hari ini kami warga Desa Waringinsari sangat kekurangan suplai air, baik untuk ke rumah ataupun ke sawah karena tiga titik saluran irigasi kami rusak. Yakni dua di Leuwi Rakit dan satu lagi di Leuwi Badak, kewenangannya ada di bawah Pemda,” katanya.

Nadir mengungkapkan, sudah hampir tiga pekan warga desa melakukan kerja bakti memperbaiki saluran tersebut, dan hari ini warga merasa sangat cukup lelah.

“Kami sudah melaporkan ke pihak BPBD, PUTR juga yang di bawahnya ada bagian pengairan, tapi hari ini jawaban dari BPBD masa tanggap darurat sudah selesai sehingga dari BPBD tidak bisa memberikan tindak lanjut,” katanya.

Nadir pun sangat berharap ada tindaklanjut dari Dinas PUTR yang membidangi pengairan dan irigasi.

“Kami sudah melaporkan dari jauh-jauh hari tentang kerusakan saluran air, khususnya yang Leuwi Badak, di mana kerusakannya ada 20 titik, yang 14 titik sudah beres oleh warga diperbaiki secara gotong royong, yang enam titik ini yang belum bisa diperbaiki,” tegasnya.

Baca Juga:Jelang Perayaan Tahun Baru, PLN UP3 Cianjur Terangkan Mimpi 16 Keluarga Melalui Program Light Up The DreamPLN Cianjur: YBM dan Srikandi PLN Berbagi Gerobak untuk Tiga Penerima Manfaat Jelang Tahun Baru

“Warga banyak yang menjerit kekurangan air, jadi saya mohon meminta bantuan pada PUTR untuk memberikan bantuan tanggap darurat minimal paralon supaya air bisa kembali mengalir,” sambung Nadir.

0 Komentar