Musim Hujan, Bupati Cianjur Imbau Masyarakat Tidak Buang Sampah Sembarangan

Bupati Cianjur Herman Suherman Mengatakan aliran sungai rawan banjir akan dipasangi CCTV. (dik)
Bupati Cianjur Herman Suherman Mengatakan aliran sungai rawan banjir akan dipasangi CCTV. (dik)
0 Komentar

CIANJUR,cianjurekspres – Bupati Cianjur, Herman Suherman mengimbau masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan di musim hujan seperti sekarang ini. Dirinya juga menyarankan agar melakukan deteksi dini terkait banyaknya kejadian longsor.

“Pertama kalau ada hujan lebih dari 4 jam, ini harus tetap berhati-hati, apalagi di daerah tepi sungai, tepi lereng, ini harus waspada hati-hati. Karena musim hujan ini tidak bisa diprediksi, kadang-kadang hujan, kadang-kadang kemarau, jadi harus diwaspadai,” kata Herman kepada Cianjur Ekspres, saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Minggu (14/1/2024).

Selian itu, Herman juga mengimbau agar masyarakat jangan membuang sampah sembarangan yang mengakibatkan selokan banjir, dan gorong-gorong mampet.

Baca Juga:Mengenang Lisa Rumbewas, Peraih Medali Olimpiade asal PapuaBMKG: Tim Modifikasi Cuaca Selesai Operasi pada 10 Januari

“Jadi kalau bisa saya menyarankan buang sampah jangan dibuang, coba dipilah. Dan itu menjadi bernilai, kalau misal ada belingnya, ada kardus, sampah bekas makanan itu di pilah. Sehingga dengan tidak dibuang sembarangan akan bernilai,” tegas Herman.

Terkait dengan longsor, Herman mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan rapat membahas hal itu untuk melakukan deteksi dini.

“Kemarin kita sudah rapat, kan longsor itu sudah biasa dari dulu, saya ingin yang sekarang itu metodenya di rubah. Bagaimana caranya ya kita antisipasi dini, deteksi dini,” kata Herman.

“Jadi sebelum terjadi bencana kita antisipasi dulu, contoh misalkan kemarin ada kemarau panjang, terus kan tanah retak-retak, terus terjadi hujan, itu kan rawan longsor. Cepat tangani,” lanjutnya.

Herman mengungkapkan, sebelumnya Pemda sudah membuat regulasi terkait sebelum bencana, saat bencana dan juga pasca bencana.

“Nah, ini saya lebih cenderung coba tangani sebelum kejadian bencana. Contohnya jembatan, jembatan ini kan pondasinya agak bermasalah karena tergerus air dan sebagainya, nah itu cepat tangani dan itu harganya bisa lebih murah dari pada nunggu jembatan ambruk, dan itu lebih mahal,” katanya.

” Terkait deteksi dini, Pemkab dari awal sudah mengeluarkan surat edaran,” sambung Herman. (dik)

0 Komentar