Derita Tumor Ganas, Nurhayati Warga Takokak Cianjur Butuh Penanganan Serius

Derita Tumor Ganas, Nurhayati Warga Takokak Cianjur Butuh Penanganan Serius
0 Komentar

CIANJUR,cianjur ekspres – Nurhayati (42) warga Kampung Nangka Kembang, RT 01/RW 01 Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur menderita penyakit tumor ganas di bagian leher sampai kepala dan butuh penanganan serius.

Namun, saat ini pihak keluarga bingung harus ditangani di rumah sakit mana.

Ketua RT 01 Kampung Nangka Kembang, Dadang mengatakan, empat tahun lalu Nurhayati menderita benjolan kecil di leher atau benjolan jinak. Saat itu langsung di bawa ke rumah sakit di Bandung dan dilakukan operasi.

Baca Juga:Dampak Banjir Bandang di Ciranjang dan Haurwangi Cianjur, 18 KK Harus MengungsiSungai Cibodas Cianjur Meluap, Rendam Rumah Warga di Tiga Kecamatan

“Setelah empat tahun itu aman, terus kesini-kesini benjolannya itu ada lagi malahan makin membesar yang sekarang katanya di sebut tumor ganas. Pasien ini sudah dilakukan operasi di RS Bunut (RSUD R. Syamsudin, SH Sukabumi),” kata dia kepada Cianjur Ekspres, saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Jumat (5/1/2204).

Dia mengungkapkan, setelah dilakukan operasi di RSUD R. Syamsudin, SH, pasien disarankan untuk di rujuk ke RSHS Bandung. Namun ditolak oleh pihak rumah sakit dengan alasan sample hasil operasi di RSUD R. Syamsudin, SH tidak lengkap.

“Alasan ditolak, karena tidak lengkap, bahasanya sample hasil operasi di RS Bunut (RSUD R.Syamsudin,SH tidak lengkap. Pihak rumah sakit Sukabumi ketika menyuruh di rujuk ke rumah sakit Bandung tidak memberikan sample itu, kalau misal tidak memberikan minimal nelpon dari dokter yang membedah pasien kemarin kata dokter di RSHS,” kata Dadang.

“Dan saya dengan pihak keluarga keterbatasan pengetahuan tentang itu, makanya ketika seperti itu saya kesal juga, karena pasien setelah di rujuk di bawa ke RS Bandung, hasilnya seperti ini tidak ada penanganan,” lanjutnya.

Dadang mengatakan, saat ini pasien masih berada di rumah singgah yang lokasinya tidak jauh dari RSHS Bandung.

“Kebetulan saya sedang istirahat di rumah singgah, hasil kesimpulannya kalau misal terus di simpan di sini saya khawatir lukanya makin parah terus kalau misal tidak diobati khawatir juga, soalnya ada bau-bau dari luka,” tuturnya.

“Kemungkinan saya tarik pulang, kalau misal di sini ada penanganan, misalkan dua atau tiga hari harus kontrol ke rumah sakit saya tidak khawatir, karena sudah ada obat. Kalau misal sekarang pasien di simpan di sini terus, saya selaku RT khawatir dan tidak tega karena tetap pasien ini manusia perlu di selamatkan,” ujar Dadang menambahkan.

0 Komentar