Mentri Keuangan Sri Mulyani Dilema dengan Kurangi Batu Bara Demi Transisi Energi Jauh Lebih Bersih

Mentri Keuangan Sri Mulyani Dilema dengan Kurangi Batu Bara Demi Transisi Energi Jauh Lebih Bersih
0 Komentar

CIANJUREKSPRES – Kini Indonesia akan menuju transisi energi yang jauh lebih bersih, dimana bahan bakar fosil yang menjadi sumber energi akan secara perlahan digantikan oleh energi terbaru yaitu EBT.

Dengan ini Mentri KeuanganMentri Keuangan Sri Mulyani mengakui dalam tahapan transisi energi ini dibutuhkan rancangan yang harus disiapkan secara matang dan jauh lebih bersih.

Dengan demikian negara Indonesia harus memastikan perekonomian harus bisa tumbuh di tengah transisi energi yang diciptakan harus ada lapangan kerja baru dan harga energi yang baru lebih bersih bagi masyarakat.

BACA JUGA :

Mengenal Transisi Energi G20, Marak Dibahas!

Dikutip dari media terpercaya dan sumber terkini.

Baca Juga:Inilah Alasan dan Cara Mengubah Kelistrikan AC ke DC, Simak Berikut Ini!Link Nonton Video Viral Pijat Artis 18+ Via Yandex, Tinggal Klik Disini!

“Ini yang paling kompleks, transisi yang perlu kita rancang, kita harus memastikan bahwa negara akan terus tumbuh tetapi juga pada saat yang sama ketersediaan dan keterjangkauan sektor energi atau tenaga. Tetapi pada saat yang sama juga mengurangi emisi CO2,” ujarnya, dalam Seminar on Financing Transition in ASEAN, Bali, Rabu (29/3/2023).

Bahan bakar fosil terutama batu bara sangat mendominasi sumber ketenagalistrikan di Indonesia.

Tercatat lebih dari 60% bauran energi RI disumbang energi tenaga batu bara.

BACA JUGA :

Kemenko Marves Boyong 7 Unit Toyota bZ4X, Dukung Transisi Energi

Hal inilah, kata Sri Mulyani, menjadi tantangan dalam transisi energi. Di mana dalam meningkatkan energi terbarukan, pada saat yang sama harus mengurangi atau menghentikan batu bara yang sangat penting bagi Indonesia.

“Anda tidak ingin menghentikan batu bara, maka pasokan energi akan menurun, pertumbuhan ekonomi dihadapkan pada kekurangan energi untuk mendukung kebutuhan ekonomi. Jadi bagaimana akan menangani dua hal penting ini,” kata Sri Mulyani.

RI pun menjalin kerjasama dengan Bank Pembangunan Asia untuk mengatasi masalah ini dengan cara terorganisir dan sistematis.

Di mana pemerintah berncana mempensiunkan Pembangkit Kistrik Tenaga Batu bara untuk mendorong energi terbarukan.

BACA JUGA :

Indonesia Dijamin Kaya Raya di Masa Transisi Energi

Baca Juga:Amalan di Bulan Ramadhan Agar Rezeki Tidak Putus-putusKelebihan dan Kekurangan Smartphone Realme 10 Pro, Ini Keterangannya!

“Ini salah satu tindakan kunci yang paling penting sebagai bagian dari transisi kita menuju ekonomi energi rendah karbon,” ujarnya.

0 Komentar