Kriteria Memilih Pasangan Idaman Sesuai Ketentuan Islam

Editor:

CIANJUREKSPRES – Kriteria pasangan setiap orang pastilah memiliki pilihan sendiri dalam memilih pasangan hidup. Baik itu laki-laki maupun perempuan. Ada yang mementingkan paras, garis keturunan, hingga kecerdasan. Namun, setiap laki-laki pasti ingin memiliki calon pendamping hidup yang baik.

Jika kamu seorang muslim, dalam mencari calon istri alangkah baiknya jika kamu mengetahui kriteria wanita yang baik menurut agama Islam. Adapun beberapa kriteria wanita baik yang layak untuk dijadikan seorang istri berikut yakni:

1. Taat beragama

Dalam memilih seorang perempuan untuk dijadikan istri, sebaiknya pertama kali menilai ketaatannya dalam beragama seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Tanda utama seseorang dikatakan taat beragama yaitu bila ia dapat menjalankan ketentuan pokok yang menjadi rukun iman dan Islam dengan benar. Selain itu, juga menjauhi segala larangan yang telah diperintahkan kepadanya.

Rasulullah SAW bersabda :
“Perempuan itu dikawini atas empat perkara, yaitu: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya. Akan tetapi, pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut memberikan gambaran mengenai kriteria yang harus menjadi bahan pertimbangan seorang lelaki saat memilih calon istri. Kriteria-kriteria tersebut adalah kecantikan, keturunan, kekayaan, dan agamanya. Namun, yang patut dicatat, lelaki yang mengutamakan kriteria agama akan mendapat jaminan dari Allah SWT untuk memperoleh kebahagiaan dalam berkeluarga.

2. Penyabar

Kriteria selanjutnya ialah penyabar. Kriteria ini juga sangat logis untuk dipertimbangkan. Sabar dalam bahasa Arab artinya lapang dada menerima kepahitan, kesulitan dan rintangan tanpa keluh kesah dan jengkel.

Bila seseorang menggerutu menghadapi kesulitan, jengkel dan marah menghadapi rintangan. Dia dikatakan tidak sabar.

Allah berfirman dalam Q.S. At-Tahriim ayat 11:
“Allah menjadikan istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman ketika ia berkata: ‘Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syura; dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya; dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim’” .

Istri yang sabar tidak hanya memberikan semangat dan dorongan hidup kepada suaminya dalam menghadapi segala macam tantangan dan rintangan, ia juga dapat menjaga kehormatan suami di hadapan anak-anak dan orang lain.

Setiap laki-laki perlu memperhatikan sifat calon istrinya. Apakah dia penyabar atau pemarah, tabah menempuh kesulitan atau manja. Hal ini perlu diketahui sebab sifat-sifat buruk banyak berpengaruh dalam hidup berumah tangga. Bukankah tidak ada orang yang mau membangun rumah tangga dengan suasana penuh pertentangan, perselisihan dan permusuhan yang hanya akan menciptakan hidup penuh derita dan nestapa.

3. Berasal dari keluarga yang baik

Kriteria kedua ialah berasal dari keluarga yang baik yakni bagaimana keadaan silsilah keturunannya. Di samping itu, seorang wanita yang berasal dari keturunan atau keluarga yang baik biasanya juga berasal dari lingkungan yang baik. Sama seperti lelaki, wanita juga lebih mudah dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak baik.

Lingkungan yang tidak baik ialah kebiasaan, tradisi, dan perilaku yang bertentangan dengan syari’at Islam. Lingkungan masyarakat yang mempunyai tradisi berjudi, membuka praktik pelacuran, gemar minum minuman keras, dan melakukan maksiat-maksiat lainnya merupakan contoh lingkungan yang tidak baik. Meski bisa saja ada seorang wanita yang tetap menjadi sosok terpuji meski hidup di lingkungan tersebut.

Memang tidak bisa dijadikan sebagai satu kepastian untuk menyimpulkan bahwa setiap perempuan yang tinggal di lingkungan yang buruk otomatis berakhlak tidak baik. Namun, alangkah lebih baiknya untuk memiliki yang berasal dari lingkungan yang baik.

4. Memikat hati

Setiap laki-laki yang hendak memilih seorang perempuan sebagai calon istri harus bertanya kepada dirinya sendiri apakah hatinya benar-benar merasa senang dan terpikat kepada perempuan tersebut atau tidak. Ia harus jujur menghayati perasaannya sendiri dalam memperhatikan hal-ihwal perempuan yang diminati sebelum melamarnya, apalagi menikahinya.

Allah berfirman dalam Q.S. An-Nisaa’ ayat 3 :
“Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi, …”

Ayat tersebut menyebutkan agar laki-laki memilih perempuan yang memikat atau menyenangkan hatinya sebagai istri. Kata-kata yang dipergunakan pada ayat di atas yaitu ” thaaba” . Kata ini berarti sifat baik hati, akhlak dan kepribadian perempuan yang membuat calon suaminya merasa tertarik dan senang.

Tanpa adanya faktor-faktor tadi, rasa tertarik, senang dan terpikat tidak akan muncul. Daya tarik yang utama dan bertahan lama, bahkan sampai akhir hayat, adalah akhlak dan ketaatan perempuan yang bersangkutan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *