Stok Logistik di Masa Transisi hanya Cukup untuk Satu Bulan

CIANJUR, CIANJUREKSPRES – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengungkapkan, pada masa transisi dari masa tanggap darurat bencana menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah pusat masih bisa ikut andil dalam penanganan bencana di Cianjur, khususnya terkait stok logistik.

BACA JUGA:  Wakil Bupati Terus Kunjungi Tenda Pengungsian, Pastikan Kebutuhan Logistik Aman

“Jadi untuk logistik di Cianjur, per hari ini (kemarin) memang stok hanya cukup untuk tiga minggu sampai sebulan. Tapi dalam tahap transisi ini pemerintah pusat masih terus turun tangan, khususnya BNPB. Nanti kita akan pastikan stok logistik ini akan kita penuhi dulu terus menerus di saat masa transisi ini,” ujar Suharyanto saat mendampingi Wapres RI Maruf Amin meninjau lokasi Risha di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Rabu (4/1/2022).

Setelah tiga bulan atau setelah masa transisi berakhir dan masih tahap rekonstruksi dan rehabilitasi maka bantuan akan dihentikan dan masyarakat harus memulai kesehariannya seperti biasa.

BACA JUGA:  Selain Logistik, Posko Peduli Limbangansari Terima Bantuan Palet Kayu dan Triplek untuk Korban Gempa Cianjur di Tenda Pengungsian

“Tidak mungkin didukung terus sepenuhnya oleh pemerintah pusat,” katanya.

Dia mengimbau, masyarakat Cianjur yang terdampak bencana gempa bumi untuk kembali ke rumahnya masing-masing dan mulai bekerja. Karena nantinya, bantuan tidak akan lagi 100 persen dari pemerintah.

BACA JUGA:  Karang Taruna dan Apdesi Cianjur Dirikan Posko Logistik Bagi Korban Gempa

Terpisah, Menteri Sosial RI Tri Rismaharini mengungkapkan, pihaknya berharap adanya partisipasi orang yang mampu untuk terus membantu pengungsi yang belum bisa pulang ke rumahnya.

Pasalnya saat ini anggaran untuk penyediaan dapur umum di Kementerian Sosial terbatas karena masih harus menangani dapur umum di daerah-daerah lain di Indonesia yang juga terkena bencana.

“Kita harapkan ada partisipasi dari orang-orang dan semua pihak yang mampu membantu. Karena saat ini Kemensos anggarannya terbatas. Kita juga harus buka dapur umum untuk di Jawa Tengah, Tagana pun sekarang berjaga di wilayahnya masing-masing,” aku Risma saat kunjungi pengungsian Komunal di Lapang Jagaraksa, Desa Jambudipa Kecamatan Warungkondang, Rabu (4/1/2023).(mg1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *