Ridwan Kamil Sebut Dubes Malaysia ke Cianjur: Berikan Bantuan Rp750 juta

CIANJUR,CIANJUR EKSPRES – Duta Besar  (Dubes) Malaysia memberikan bantuan untuk korban gempa Cianjur sebesar lebih kurang Rp750 juta. Bantuan tersebut langsung di terima Bupati Cianjur di Pendopo, Jumat (25/11).

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, warga Malaysia ikut merasakan duka cita untuk masyarakat Cianjur.

Baca Juga: Bapera Cianjur Bantu Korban Gempa, Isfhan: Fokus Distribusi di Titik tidak Terjangkau Roda 4

“Kami kedatangan Duta Besar Malaysia memberikan bantuan Rp750 jutaan kurang lebih, keluarga Malaysia yang ikut merasakan duka cita untuk masyarakat Cianjur. Kemarin saya terima sekarang diterima langsung oleh Bupati,” jaga dia kepada wartawan, di Pendopo Cianjur, Jumat (25/11).

Di sisi lain, Ridwan Kamil menyebutkan, mulai Sabtu (26/11/2022) akan ada pusat data yang dinamakan pusat informasi koordinasi data bencana Cianjur (Pisodapur).

“Di sana nanti butuh apa akan muncul, kalau warna merah dia masih berbentuk laporan, kalau kuning sudah ada yang bertindak, kalau sudah hijau tindakan berarti sudah deliver. Kira-kira begitu,” ungkapnya.

Baca Juga: Akui Lebih Aman, Puluhan Warga Korban Gempa di Cianjur Pilih Mengungsi di Kandang Kambing

Ridwan Kamil juga mengimbau kepada individu atau institusi yang akan membantu korban gempa dipersilahkan. Tetapi yang terbaik adalah datang ke Pemda Cianjur mendaftarkan diri.

“Yang terbaik adalah datang dulu ke sini mendaftarkan diri. Pak saya dari institusi mana tujuannya mau membantu. Karena di sini (Pemda) disiapkan pengawalan polisi, dan kalau langsung ada resiko-resiko yang berdina mika di lapangan,” katanya.

Baca Juga: Relawan, Basarnas dan TNI/Polri Gelar Salat Jumat Disela Evakuasi Korban Longsor Cijedil Cugenang Cianjur

Tapi, lanjut dia, yang terbaik adalah berdisiplin. Ridwan Kamil mengatakan, kalau mau membantu Cianjur lapor dulu ke bupati, supaya layanan di kawal polisi.

“Supaya nanti titik lokasinya tepat sasaran ke lokasinya aman. Tapi kalau mau langsung silahkan, tapi ada resiko yang kami aparat negara tidak bisa antisipasi kalau mau langsung,” katanya.

“Jadi kunci dari tepat beresnya tanggap darurat kedisiplinan. Disiplin bagi yang membantu, disiplin bagi yang menolong, disiplin bagi kami juga yang bertugas-tugas kenegaraan,” tambahnya. (dik/hyt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *