Berawal dari Hobi, Pria asal Cianjur Ini Miliki Bisnis Sablon Digital Sendiri, Omsetnya Minimal Rp100 Juta Perbulan

CIANJUR, CIANJUR EKSPRES – Berawal dari hobi menuangkan ide dalam bentuk design saat masih kuliah, Zimmy Hizriana kini memiliki bisnis sablon digitalnya sendiri.

Click Sablon Digital, yang dirintisnya sejak 2017, masih eksis hingga saat ini. Omsetnya tak main-main, minimal Rp100 juta per bulan.

Baca Juga: Mengenal Silent Treatment, Seni Mendiamkan Pasangan Saat Bertengkar

Zimmy mengungkapkan, sejak masih berkuliah di Universitas Islam Bandung pada 2010, dirinya kerap membuat design untuk aksesoris kebutuhan event kampus, mulai dari pin, idcard, pamflet dan lainnya yang berakitan dengan design.

“Awalnya waktu kuliah saya cuma buka jasa design, belum ke produknya, bikin pamflet, bikin logo, yang kaya gitu lah,” kata pria kelahiran 12 Januari 1983 itu.

Pada 2016, saat masih bekerja di bank, Zimmy juga sempat membuat merek bajunya sendiri, ClickKid. Namun tak bertahan lama karena dirinya beranggapan jika mengerjakan baju pesanan lebih menguntungkan.

Tak hanya itu, dia pun tak perlu pusing mencari ide design original, karena pemesan sudah menentukan design bajunya sendiri. 2017 Januari, Zimmy pun resign dan resmi membuka Click Sablon Digital.

“Kalau pesanan kan sudah pasti pembelinya. Sedangkan kalau baju kita bikin sendiri, belum tentu terjual. Makanya saya fokus untuk terima pesanan sampai sekarang,” kata putra asli Nagrak itu.

Baca Juga: Berat badanmu Ideal Atau Enggak? Cek Pakai Kalkulator BMI Disini!

Berlokasi di Jalan Sukabumi no 62, Cianjur, kantor Click Sablon Digital asalnya merupakan rumah tinggal, sekarang jadi rumah kantor. Terlihat beberapa mesin cutting juga display baju sample dari dalam ruangan kaca.

Saat ini, sehari Zimmy bisa mencetak hampir ribuan baju. Dengan 5 karyawannya, dia mendapatkan omset bulanan dari Rp100 juta hingga Rp150 jutaan.

“Rata-rata per kaos kita jual Rp80 ribu. Sehari kita bisa cetak 300 baju kalau ada pesanan,” kata dia.

Selain pesanan dari individu dan komunitas, pesanan dari berbagai instansi pemerintahan diakuinya mulai berdatangan kembali.

“Alhamdulillah kita banyak dipercaya oleh dinas-dinas, kaya dinas pendidikan, dinas perizinan, pemda. Pesanan lebih didominasi warna merah sekarang,” kelakarnya.(mg1/hyt*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *